Kurir tetap bekerja meski positif COVID-19? Cek faktanya!

·Bacaan 2 menit

Jakarta (ANTARA/JACX) - Di media sosial, terutama di aplikasi berbagi pesan WhatsApp, beredar informasi tentang sejumlah kurir perusahaan logistik/jasa layanan pengantaran barang yang terkena COVID-19 tapi tetap harus bekerja.

Kurir-kurir yang sakit itu membuat layanan menjadi terganggu, bahkan membuat keterlambatan hingga dua minggu.

Berikut potongan pesan berantai tersebut:

"Saya mau sharing,
Paket saya yg mau biasa dipickup oleh AntarAja delay 2 minggu br siang tadi dipickup sama kurirnya

Trus saya tanya ke dia, kok sampai pending 2 minggu? Kata dia kantor pusat AntarAja yg di surabaya lagi kena wabah covid, 20 karyawannya positif. Dan yg masih kuat tetep masuk kerja walapun kondisi positif

Trus sore brsan ini saya ada kirim paket ke Tiki yang di Royal Residence, ternyata ownernya jg bilang kondisi sama semua utk semua angkutan pada delay, kantor pusat TIKI, JNE, J&T Surabaya semua terserang wabah, hampir sebagin besar karyawan mereka positif covid-19. Dan jawaban mereka simple “harus tetap jalan, harus tetap kerja kalo ga kerja cari makan dari mana kita2?

Jadi semua karyawan yg positif tetapi badan masih kuat utk aktivitas mereka tetap masuk kerja & ngantor"

Namun, apakah benar terdapat kurir jasa logistik yang tetap harus bekerja walaupun terinfeksi COVID-19?

Tangkapan layar pesan berantai yang menyebut kurir jasa logistik harus tetap bekerja walau terinfeksi COVID-19. (WhatsApp)
Tangkapan layar pesan berantai yang menyebut kurir jasa logistik harus tetap bekerja walau terinfeksi COVID-19. (WhatsApp)

Penjelasan:
VP Sales & Marketing Anteraja Andri Hidayat membantah pesan yang beredar tersebut dan menegaskan perusahaannya selalu mementingkan keselamatan kurir, serta menjalankan protokol kesehatan yang berlaku dengan ketat dan disiplin.

"Untuk penanganan COVID-19, kami selalu siap dengan SOP yang berlaku di Anteraja, yaitu dengan tracing, semua orang yang melakukan kontak dengan yang terpapar, kemudian melakukan tes," kata Andri Hidayat dalam keterangan tertulis kepada Antara, Minggu (18/7).

Jika terbukti positif, kurir harus menjalani isolasi mandiri dan tidak boleh bekerja guna mencegah penularan lebih lanjut. Seluruh kurir yang sedang menjalani isolasi mandiri bahkan diberikan tunjangan agar mereka dapat tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Andri menegaskan, seluruh kurir Anteraja sudah memenuhi semua protokol kesehatan yang berlaku demi menjaga agar tidak tertular COVID-19.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo), Mohamad Feriadi. Kepada Antara, dia menjelaskan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin menjadi hal yang terus dikomunikasikan asosiasi kepada seluruh anggota.

Protokol kesehatan itu tidak hanya bagi kurir, tapi secara keseluruhan seperti kantor, alat transportasi dan lainnya. Selain itu, Feriadi yang juga menjabat Presiden Direktur JNE itu mengemukakan, pihaknya juga terus mendorong vaksinasi bagi seluruh karyawan.

"Kami juga menjalankan vaksinasi massal. Bukan hanya untuk karyawan, kami juga mengajak masyarakat untuk ikut dalam vaksinasi itu," kata Feriadi.

Klaim: Kurir tetap bekerja meski positif COVID-19
Rating: Salah/hoaks

Baca juga: Asosiasi: Bisnis logistik dan jasa kurir melesat saat pandemi

Baca juga: Pertumbuhan e-commerce Indonesia buka peluang sektor logistik

Cek fakta: Hoaks! Tautan penarikan bantuan PPKM BPJS Rp300 ribu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel