Kurma Ajwa, Si Hitam Manis Nan Legit Kesayangan Nabi

Merdeka.com - Merdeka.com - Buahnya kecil dan hitam. Rasanya manis dan sangat lembut. Itulah dia buah kurma. Oleh-oleh khas dibawa jemaah sepulangnya dari Makkah maupun Madinah. Di Madinah, kurma menjadi oleh-oleh wajib yang dibeli para jemaah untuk keluarga di Tanah Air.

Katanya, kurma terbaik dan murah memang hanya ada di Madinah. Bahkan hanya di Madinah pula, terdapat Pasar Kurma, pusat penjualan kurma berbagai jenis dengan harga yang bersahabat.

Dari beragam jenis kurma. Ajwa paling diminati meskipun secara harga lebih mahal. Kurma Ajwa begitu spesial dan premium. Karena selain lembut, Ajwa disebut pula sebagai kurma pertama yang dibudidayakan Rasullulah SAW. Sejarah itu pula yang membuat banyak orang menyebut ajwa sebagai kurma nabi.

merdeka.com berkesempatan mendatangi salah satu kebun kurma di pinggiran Kota Madinah, tepatnya di wilayah Mandesah. Dari pusat kota Madinah sampai ke area perkebunan, perjalanan dengan mobil ditempuh dengan waktu 45 menit.

Sepanjang perjalanan, gunung batu nan indah ada di samping kiri dan kanan saya. Mendekati wilayah Mandesah, mulai terlihat beberapa perkebunan kurma tersebar di beberapa titik.

Saya kemudian tiba di sebuah perkebunan kurma. Perkebunan ini milik perusahaan bernama Castle Farm.

Perusahaan tiga generasi ini sudah sejak lama berkecimpung di sektor pertanian. Kemudian pada 1970, mereka fokus membudidayakan kurma di wilayah Madinah. Kurma yang dihasilkan terbaik dan bisa bersaing dengan produk perusahaan lain. Soal harga dijamin memberikan harga kompetitif.

"Saat ini produksi kurma Ajwa dan kurma lainnya seperti kurma safawi dan kurma ambara mencapai 1.500 ton per tahun. Di mana 95 persen hasil panen kami untuk ekspor," kata Ceo Castle Farm, Raed M. Alrehill, kepada tim Media Center Haji (MCH) 2022, akhir pekan lalu.

Secara keseluruhan, area perkebunan milik Castle Farms di Madinah seluas 2 juta meter persegi dengan total pohon kurma yang ditanam lebih kurang 44 ribu. Dari puluhan ribu pohon tersebut, setidaknya 2.500 matric ton kurma dipanen dalam setahun, di mana 250 matric ton kurma yang dihasilkan merupakan produk organik.

"Kami punya dan memang ada sertifikasi kurma organik," katanya.

Proses Tumbuh Pohon Kurma

Pada satu pohon kurma, butuh waktu kurang lebih satu tahun untuk proses tumbuh awal hingga buah siap dipanen. Jika awal penanaman bulan Oktober, maka di bulan Juli tahun berikutnya, buah yang bermunculan siap dipetik. Masa panen tiap pohon cukup panjang. Mencapai dua bulan. Sehingga tak heran jika setiap tahunnya, kurma dipanen mencapai ribuan biji.

Raed menambahkan, setidaknya dia mempekerjakan 100 pekerja untuk merawat kebun kurma mereka. Tetapi bisa musim panen telah tiba, perusahaan mempekerjakan pekerja musiman 300-400 orang.

Kurma yang telah dipanen kemudian masuk proses penyortiran di pabrik milik Castle Farms. Sehingga benar-benar kurma berkualitas yang siap dikemas dan untuk kemudian proses ekspor.

Castle Farms sendiri telah mengekspor kurma mereka ke berbagai negara. Termasuk ke Indonesia. Raed mengatakan, ekspor terbesar mereka salah satunya Indonesia. Setiap tahunnya, 500-600 ton kurma mereka ekspor ke Indonesia.

"Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar kami," katanya.

Pada masa pandemi kemarin, Raed mengaku perkebunan mereka sangat terdampak. Tidak adanya pekerja membuat persiapan penanaman tidak berjalan sempurna. Alhasil 50 persen hasil panen mereka mengalami kerusakan.

Produksi Terbesar Kurma Ajwa

Kurma Ajwa menjadi salah satu fokus produksi mereka. Sebab permintaan pasar pada kurma nabi ini sangat tinggi. Raed menjamin, kurma ajwa dari perkebunan mereka kualitas terbaik dan boleh diadu dengan hasil dari kebun lainnya. Saking bagusnya kurma ajwa yang mereka hasilnya, juga dikonsumsi keluarga kerajaan.

"Saat ini banyak kebun kurma Ajwa yang berada di luar Madinah, sehingga membutuhkan keahlian khusus untuk bisa membedakan mana kurma Ajwa yang asli dari Madinah, dan yang berasal dari kota lain. Tapi Alhamdulillah, castle farm 100 persen produknya asli Madinah. Ketika Anda akan memakan kurmanya, Anda bisa lihat dari kelembutannya, warnanya yang gelap merata, rasanya, konsumen pasti tahu," ungkapnya.

"Merek kami asli dari Madinah, dan pelanggan kami di Indonesia suka, serta percaya akan kurma kami. Jadi kami berani menjamin kualitas dari kurma Ajwa kami."

Raed mengakui harga kurma ajwa Madinah berbeda dengan jenis lainnya. Dia meyakini karena tingginya harga kurma ajwa karena memang ada cerita tersendiri di balik kurma ini.

"Karena Nabi Muhammad SAW pernah meriwayatkan, ada hadist mengenai kurma Ajwa hanya tumbuh baik di Madinah. Jadi, jaminan bahwa kurma Ajwa ini asli dari Madinah, yang membuat kurma ini lebih mahal harganya," jelas Read.

"Karena itulah di Castle farm kami ingin menjaga kualitas dan memastikan kurma ini asli dari Madinah," tutup Read.

Sebelum meninggalkan perkebunan milik keluarga Read, saya berkesempatan memanen langsung kurma ajwa yang sudah matang di pohon. Benar-benar lembut dan tidak terlalu manis. Bagi saya, kurma ajwa organik ini memang layak dijual dengan harga bersaing. Kualitas premium tentu membuat siapa saja yang menikmatinya tidak menyesal mengeluarkan uang lebih. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel