Kurma dan Madu Bagus Buat Puasa, Kalau Penderita Diabetes Boleh Gak?

Rochimawati, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Konsumsi kurma dan madu saat sahur dapat meningkatkan imunitas. Konsumsi keduanya saat berbuka puasa juga bagus, karena dapat menggantikan energi dan gula darah yang turun selama berpuasa.

Tapi, bagaimana dengan penyandang diabetes? Apakah boleh mengonsumsi kurma dan madu secara bersamaan, mengingat keduanya mengandung gula yang cukup tinggi?

Spesialis gizi klinik, dr. Feni Nugraha, MARS, M.Gizi, SpGK, menjelaskan, batasan konsumsi gula per hari adalah 25 gram atau setara 2 sendok makan, termasuk gula yang dimasukkan ke dalam masakan. Dan penderita diabetes, disarankan hanya mengonsumsi gula sebanyak bumbu masakan.

"Kalau mau kurma boleh. Jadi, per satu kurma gulanya kurang lebih sekitar 5 gram. Kalau penyandang diabetes mau konsumsi kurma maksimal 3 buah dalam 1 hari, tapi kurmanya yang kecil," ujarnya dalam tayangan Hidup Sehat di tvOne, Kamis 8 April 2021.

Lalu, bagaimana jika konsumsinya ditambah atau berbarengan dengan madu?

"Kalau ditambah dengan madu tidak boleh, karena gula dalam madu termasuk gula sederhana. Pada penyandang diabetes memang tidak direkomendasikan, karena dapat meningkatkan kadar gula darah," kata dokter Feni mengingatkan.

Nah, saat berbuka puasa konsumsi kurma yang dikombinasikan dengan madu memang baik. Tapi, bagaimana jika ditambahkan dengan beberapa takjil lain, yang identik dengan hidangan berbuka?

"Pada saat berbuka energi dan gula darah kita memang turun. Yang cepat untuk mengembalikan kadar gula darah, kita pilih yang gulanya cepat diserap oleh tubuh, salah satunya kurma sama madu," tutur dia.

"Kalau mau kombinasi dengan kolak dan lain-lain mungkin boleh, tapi harus dipilih salah satu aja. Karena dua-duanya merupakan sumber gula. Terutama kalo takjil kan dari tepung-tepungan, dia sumber karbohidrat juga, cepat memberikan energi untuk tubuh kita," kata dia.

Feni mengingatkan, konsumsi takjil setelah kurma dan madu diperbolehkan, tapi ada aturannya.

"Jadi, mungkin kalau pengin itu boleh, tapi hati-hati jangan terlalu berlebihan. kalau kurma boleh satu sisanya bisa dipakai untuk kolak, tapi jangan berlebihan karena itu kalorinya juga tinggi," tutur dr. Feni Nugraha.