Kurniawan Dwi Yulianto Menjawab Pertanyaan Netizen tentang Transfer Saddil Ramdani ke Sabah FC: Kami Paham Aturan Bosman

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Sabah - Keputusan Kurniawan Dwi Yulianto terkait transfer Saddil Ramdani dipertanyakan. Bukan karena kepindahannya, melainkan lantaran metode prosesnya.

Kurniawan rela memberikan kompensasi kepada Bhayangkara Solo FC agar mau melepas Saddil Ramdani ke timnya, Sabah FC. Padahal, kontrak winger berusia 22 tahun itu tinggal menghitung hari.

Bhayangkara Solo FC masih memiliki hak atas Saddil Ramdani hingga akhir Februari 2021.

Alih-alih menunggu kontrak Saddil Ramdani habis pada pengujung bulan ini, Kurniawan justru melayangkan tawaran peminjaman ke Bhayangkara Solo FC. Jika ia mau menunggu lebih lama saja, Sabah FC akan mendapatkan sang pemain secara gratis.

Kebijakan Kurniawan itu mengagetkan sejumlah pihak, termasuk netizen, yang bertanya-tanya mengapa Sabah FC tidak mengontrak Saddil Ramdani ketika kerja samanya dengan Bhayangkara Solo FC tuntas.

Jawaban Kurniawan

Kurniawan Dwi Yulianto, pelatih Sabah FA. (Bola.com/Aditya Wany)
Kurniawan Dwi Yulianto, pelatih Sabah FA. (Bola.com/Aditya Wany)

Kurniawan punya jawaban dari pertanyaan netizen itu. Pertama, ia harus buru-buru mengamankan tanda tangan Saddil Ramdani karena bursa transfer Liga Super Malaysia pada 19 Februari 2021. Kedua, Sabah FC membutuhkan surat pelepasan dari Bhayangkara Solo FC sesegera mungkin.

"Kontrak addendum Saddil Ramdani bersama Bhayangkara Solo FC berakhir Februari 2021. Di Malaysia, pendaftaran pemain ditutup pada 19 Februari 2021," ujar Kurniawan kepada Bola.com, Selasa (2/1/2021).

"Kami memerlukan surat pelepasan dari Bhayangkara Solo FC agar Saddil Ramdani bisa kami resmikan dan kami daftarkan di sini. Makanya kami mengajukan surat, izin baik-baik ke Bhayangkara Solo FC untuk memakai jasa dan mengontrak Saddil Ramdani. Sebab, kami menjaga etika dan menjaga hubungan baik dengan Bhayangkara Solo FC."

"Kalau pun Bhayangkara Solo FC minta kompensasi peminjaman, selagi kami mampu, tidak masalah. Makanya kami menawar sesuai bujet kami. Karena kami mau semuanya baik-baik," imbuh pelatih asal Indonesia itu.

Aturan Bosman

Pemain Bhayangkara FC, Saddil Ramdani, saat diperkenalan sebagai pemain baru di Mess Bhayangkara, Jakarta, Sabtu (8/2). Saddil menjadi rekrutan terakhir Bhayangkara FC.(Bola.com/Yoppy Renato)
Pemain Bhayangkara FC, Saddil Ramdani, saat diperkenalan sebagai pemain baru di Mess Bhayangkara, Jakarta, Sabtu (8/2). Saddil menjadi rekrutan terakhir Bhayangkara FC.(Bola.com/Yoppy Renato)

Kurniawan mengaku juga disinggung oleh netizen mengenai aturan bosman terkait transfer Saddil Ramdani. Pelatih berusia 44 tahun ini bukannya tidak tahu perihal ketentuan tersebut.

Aturan bosman mempersilakan pemain yang kontraknya tinggal menyisakan enam bulan dengan tim lamanya, untuk bernegosiasi atau bersepakat dengan calon klub barunya.

"Kami paham kok aturan FIFA, tapi kami hanya mau benar-benar menjaga hubungan baik dengan Bhayangkara Solo FC. Apalagi ini hubungan antarnegara, jadi kami mau menjaga itu," jelas Kurniawan.

"Saya paham, banyak yang berkomentar apa saya tidak mengerti aturan bosman atau regulasi FIFA. Kami semua sangat paham itu. Tapi kembali lagi, kami mau semuanya baik-baik saja," terangnya mengakhiri.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini