Kurs rupiah merosot, tertekan kekhawatiran naiknya kasus COVID-19

·Bacaan 1 menit

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore ditutup melemah, seiring kekhawatiran meningkatnya kasus baru COVID-19.

Rupiah ditutup terkoreksi 30 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp14.433 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.403 per dolar AS.

Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong di Jakarta, Rabu, mengatakan, dari eksternal, pelemahan rupiah masih disebabkan oleh perubahan sikap bank sentral AS, Federal Reserve (Fed).

"Saya kira efek dari rencana taper masih akan terus menguatkan dolar AS," ujar Lukman.

Sementara dari dalam negeri, rupiah tertekan oleh eskalasi kasus baru COVID-19 yang belum juga mereda.

Baca juga: Dolar melemah ketika Powell tidak naikkan suku bunga terlalu cepat

"Dari domestik, meningkatnya kasus COVID-19 memberikan kekhawatiran akan lockdown dan kontraksi ekonomi," kata Lukman.

Kenaikan kasus positif COVID-19 di Indonesia masih berlanjut. Sebanyak 13.668 kasus baru terjadi pada Selasa (22/6) kemarin sehingga kasus aktif kembali meningkat menjadi 152.686 kasus, tertinggi ke-3 di Asia.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.425 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.415 per dolar AS hingga Rp14.433 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu melemah ke posisi Rp14.454 dibandingkan posisi pada hari sebelumnya Rp14.421 per dolar AS.

Baca juga: Perry Warjiyo: BI akan terus berada di pasar, jaga stabilitas rupiah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel