Kutek Halal Terjual 205 Ribu Hingga Raih Rekor Muri

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Kutek menjadi salah satu cara membuat kuku tampak indah dan menawan. Bahkan, kini cat kuku tersebut sudah dijual dengan aman karena tidak mengandung alkohol dan halal.

Sebagai salah satu pelopor kutek halal, MS Cosmetic Peel Off Nail Polish dapat memenuhi kebutuhan para perempuan Indonesia, khususnya perempuan muslimah.

Maharani Kemala mengatakan jika kutek halal tersebut berhasil terjual hingga 205.000 buah. Penjualan ini bahkan meraih Piagam Penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia, pada kamis 12 Agustus 2021 lalu.

Penghargaan tersebut diraih atas prestasinya dalam penjualan kutek terbanyak dalam sehari. Dan menyandang kutek terlaris di Indonesia.

"Hal ini kali pertama sebuah produk kutek dapat terjual hingga lebih dari 200 ribu keping dalam satu hari. Saya senang dan bangga atas pencapaian Rekor MURI, karena ini merupakan kesempatan yang sangat besar dan jarang atau sulit sekali bagi seseorang untuk mendapatkan rekor MURI," ungkap Maharani.

Aman dan halal

Kutek Halal Terjual 205 Ribu Hingga Raih Rekor Muri
Kutek Halal Terjual 205 Ribu Hingga Raih Rekor Muri

Maharani mengatakan semoga produk ini selalu menjadi kebutuhan sebagai kutek dengan formula yang halal dan aman. Terutama digunakan bagi wanita Indonesia khususnya perempuan muslimah Indonesia yang ingin mempercantik tampilan kuku dengan nail polish yang wudhu friendly.

"Saya juga berharap seluruh produk MS Cosmetic lainnya bisa menjadi TOP OF MIND untuk kategori produk kosmetik lokal Indonesia yang tersertifikasi MUI dan BPOM," tutup ya.

Keunggulan MS Cosmetic by MS Glow Peel Off Nail Polish adalah tidak mengandung alkohol sehingga aman digunakan untuk para wanita muslimah Indonesia. Lembut tidak merusak kuku dan berbahan dasar air menjadi salah satu alasan kenapa kutek tersebut dapat terjual hingga 205 ribu buah dalam sehari.

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel