Kutu Bersarang di Rambut 25 Buruh Panci

TEMPO.CO, Tangerang--Wajah Arifudin berbinar, buruh pabrik panci asal Lampung Utara ini sudah bisa tersenyum. Sabtu, 4 Mei 2013 menjadi hari paling berharga bagi lajang 20 tahun ini. Betapa tidak bahagia setelah tiga bulan tidak mandi, hari itu polisi menyuruhnya mandi, gosok gigi dan keramas.

Secara bergiliran, ke-25 buruh termasuk Arif bergantian mandi di kantor polisi. Setelah mandi, buruh juga mengganti baju kumal mereka dengan pakaian layak pakai. Sebagian pakaian rombeng mereka dijadikan barang bukti dan lainnya dibuang. (Lihat: 25 Buruh Panci Disekap, 3 Bulan Tidak Mandi)

Arifudin bercerita selama tiga bulan dia dan kawan-kawannya baik dari Lampung dan Cianjur, Jawa Barat hampir tidak mengguyur badannya dengan air selama tiga bulan. Kalau toh bersentuhan dengan air, hanya membersihkan diri saat buang hajat. "Tempat mandinya becek, airnya kotor jadi saya tidak mandi," kata Arif ditemui Tempo Sabtu, 4 Mei 2013 di lobi kantor Satuan reserse kriminal Polres Tangerang di Tigaraksa. (baca juga: Kisah Buruh Pabrik Panci Kabur dari Sekapan Bos)

Yang menarik, polisi atas perintah Kapolres Komisaris Besar Bambang Priyo Andogo mengundang tukang cukur. Mereka pun bercukur setelah mandi. Hasilnya, wajah hitam, dekil dan kotor menjadi bersih. Mereka mengaku cukup lega bisa lepas dari sekapan empat hingga enam bulan di lokasi pabrik panci alumunium di Desa Lebak Wangi, Sepatan Tangerang.

"Ada kutunya gatal banget," kata Arifudin nyengir. Pencukurnya, Dina dari Salon Naomi, membenarkan para buruh berkutu di rambutnya. "Rambut mereka lengket, ini gunting cukurnya macet beberapa kali," kata Dina. Dia mengatakan selain lengket, rambut mereka bau karena kutu bersarang di sana.

Dina mengatakan mendapat order mencukur rambut 25 buruh tersebut. "Hanya disuruh datang untuk mencukur, tapi tidak dibilang yang dicukur buruh,korban penyekapan," kata Dina yang mengatakan sering mencukur tahanan ini. Wanita berkacamata ini tidak mau menyebut berapa upah untuk mencukur buruh panci ini.

Sebelum para buruh panci dicukur rambutnya, mereka berpakaian kumal dan compang-camping. Kondisi tubuh buruh juga tidak terawat, rambut cokelat, kelopak mata gelap, dan berpenyakit kulit. Kaki mereka juga dekil, sebagian nyeker ada pula yang mengenakan sandal jepit butut. Mereka rata-rata tiga bulan tidak mandi dan tidak ganti baju, karena uang, telepon genggam dan pakaian dari kampung yang dibawa disita pemilik pabrik Yuki Irawan dan empat mandor yang kini menjadi tersangka.

Polisi menjerat para tersangka dengan pasal berlapis, pasal 33 tentang perampasan kemerdekaan orang, pasal 351 tentang penganiayaan, pasal penggelapan dan pelanggaran undang-undang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara. Cek info penyekapan buruh panci di Sepatan di sini.

AYU CIPTA

Topik terhangat:

Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Berita Terkait:

Pelanggaran Berlapis Bos Pabrik Panci Sepatan

Buruh Panci Disekap, LSM Salahkan Disnaker

Buruh Pabrik Panci Dipaksa Kerja Seperti Budak

4 Buruh Pabrik Panci yang Disiksa Masih Anak-anak

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.