Kutukan Real Madrid Hantui Mimpi Juara Liga Champions ManCity

Satria Permana
·Bacaan 1 menit

VIVA – Manchester City boleh saja berbangga usai menyingkirkan Real Madrid setelah menang secara back to back di babak 16 besar Liga Champions, dengan agregat 4-2. Tapi, ManCity harus waspada karena kemenangan atas Madrid di fase gugur biasanya menyisakan seah kesialan.

Sejak 2012, Madrid selalu bawa sial ke tim yang mengalahkannya. Mereka pasti gagal menjadi juara, usai mengalahkan Madrid di fase gugur.

Dimulai dari Bayern Munich. Mereka berhasil mengalahkan Madrid di musim 2011/12 pada semifinal.

Namun, ketika jumpa Chelsea di partai puncak, Bayern gagal angkat trofi karena kalah dalam babak adu penalti, 3-4 (1-1).

Musim selanjutnya kutukan Los Blancos menimpa Borussia Dortmund. Skemanya sama, usai berhasil menyingkirkan Madrid di semifinal, Dortmund keok dari Bayern pada partai puncak.
Baca juga: Aksi Ajaib Lionel Messi di Liga Champions

Juventus merasakan kejamnya kutukan Madrid di musim 2014/15. Lagi-lagi, Madrid berhasil mencapai semifinal. Tapi, mereka disingkirkan Juventus lewat agregat 3-2.

Sial bagi Si Nyonya Tua. Di partai final mereka kalah dengan skor 1-3 dari Barcelona.

Di tiga musim beruntun, 2015/16, 2016/2017, dan 2017/18, Madrid berhasil menyabet gelar Liga Champions.

Lalu, di musim 2018/19, Ajax Amsterdam yang harus merasakan kejamnya kutukan dari Madrid. Mereka berhasil menang atas Madrid di babak 16 besar dengan agregat, 5-3.

Pemain Ajax Amsterdam rayakan kemenangan lawan Real Madrid.
Pemain Ajax Amsterdam rayakan kemenangan lawan Real Madrid.

Ajax sempat melanjutkan performa sensasionalnya dengan membekuk Juventus, 3-2, di perempatfinal. Tapi, saat jumpa Tottenham Hotspur di semifinal, Ajax keok lewat cara yang menyakitkan.

Agregat sebenarnya imbang, 3-3. Tapi, Ajax kalah agresivitas gol tandang dari Spurs. Lagi-lagi, itu karena Ajax sempat mengalahkan Madrid.
Baca juga: Kaki Messi Kena Tebas Bek Robot Napoli