Kylian Mbappe dan Robert Lewandowski Kompak Tolak Keras Piala Dunia Dua Tahun Sekali

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Dubai - Superstar PSG, Kylian Mbappe, dan bintang Bayern Munchen, Robert Lewandowski, kompak menentang keras ide menggelar Piala Dunia setiap dua tahun sekali. Mereka menilai level Piala Dunia akan terjun bebas jika digelar dua tahun sekali.

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) mendorong gagasan perubahan besar dalam penyelenggaraan Piala Dunia, digelar setiap dua tahun, bukan empat tahun seperti biasanya. Namun, proposal itu mendapat penolakan luas.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, generasi muda akan tertarik dengan ide tersebut. Alhasil, FIFA akan menjembatani keinginan mereka tersebut.

Namun, banyak pemain yang tidak terkesan dengan ide tersebut. Penolakan dari kalangan pemain malah meluas, termasuk dari Mbappe dan Lewandowski yang mendapat pertanyaan soal itu saat menghadiri acara Globe Soccer Awards di Dubai, Selasa (28/12/2021).

“Menggelar Piala Dunia setiap dua tahun, itu akan membuat kompetisi menjadi normal, dan seharusnya tidak demikian,” kata Mbappe, seperti dikutip Mirror.

“Selama satu musim, kami harus memainkan 60 pertandingan setahun. Euro, Piala Dunia, UEFA Nations League. Kami suka bermain tapi itu terlalu berlebihan."

"Jika orang ingin melihat kualitas, saya pikir kami perlu istirahat," tegas Mbappe.

Alasan Lewandowski Tolak Ide Piala Dunia 2 Tahun Sekali

Robert Lewandowski kini resmi menjadi pencetak gol terbanyak Bundesliga dalam satu tahun kalender. Lewandowski sudah membukukan 43 gol, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang legenda sepakbola Jerman Gerd Mueller pada 1972. (AFP/Christof Stache)
Robert Lewandowski kini resmi menjadi pencetak gol terbanyak Bundesliga dalam satu tahun kalender. Lewandowski sudah membukukan 43 gol, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang legenda sepakbola Jerman Gerd Mueller pada 1972. (AFP/Christof Stache)

Lewandowski juga berpendapat senada ketika ditanya ide tersebut. Dia menyebut penambahan jumlah pertandingan malah akan membuat level pertandingan terjun bebas.

"Kami menjalani banyak pertandingan sepanjang tahun, minggu-minggu yang sangat sibuk. Jika Anda ingin memberikan sesuatu yang berbeda kepada para penggemar, Anda perlu istirahat,' kata penyerang Bayern Munich itu.

“Kami harus melihat ke depan. Jika kami bermain di Piala Dunia setiap dua tahun, levelnya akan turun. Tidak mungkin bagi tubuh dan pikiran untuk tampil pada tingkat yang sama," imbuhnya.

Ide Tidak Masuk Akal

Gareth Southgate. Pelatih berusia 51 tahun yang masih menjabat sebagai pelatih Timnas Inggris ini sukses membawa Three Lions menjadi runner-up di ajang Euro 2020 lalu. Sebelumnya, ia pernah membesut Middlesbrough pada 2006 hingga 2009 dan Inggris U-21 pada 2013 hingga 2016. (AFP/Pool/Frank Augstein)
Gareth Southgate. Pelatih berusia 51 tahun yang masih menjabat sebagai pelatih Timnas Inggris ini sukses membawa Three Lions menjadi runner-up di ajang Euro 2020 lalu. Sebelumnya, ia pernah membesut Middlesbrough pada 2006 hingga 2009 dan Inggris U-21 pada 2013 hingga 2016. (AFP/Pool/Frank Augstein)

Sebelumnya, pelatih Inggris, Gareth Southgate, menganggap ide untuk menggelar pentas akbar Piala Dunia dua tahun sekali yang kini sedang dikaji FIFA merupakan hal yang tidak masuk akal.

Mantan manajer Arsenal, Arsene Wenger yang saat ni menjadi pejabat di FIFA sudah sejak beberapa bulan lalu mengemukakan kemungkinan menggelar Piala Dunia dua tahun sekali ini.

Beberapa waktu lalu FIFA menyatakan ide menggelar Piala Dunia lebih sering mendapat dukungan dari banyak pihak. FIFA tengah mengkaji lebih dalam soal rencana ini.

Southgate mengakui bahwa ia tak masalah dengan konsep baru tersebut, tetapi sosok 51 tahun itu menggarisbawahi pentingnya koordinasi agar jadwal untuk klub dan tim nasional bisa mengalami penyesuaian.

"Saya tidak yakin di mana semuanya. Saya melihat beberapa proposal awal, mereka tampaknya melakukan putaran, dan saya tidak yakin persis apa yang ada di atas meja sekarang," ujar Southgate seperti dikutip Goal International.

“Tampaknya berubah setiap kali saya berbicara dengan [CEO] Mark Bullingham dan FA [Inggris]. Ada presentasi lain dan serangkaian proposal lain, sulit untuk benar-benar mengikutinya."

“Yang akan saya katakan adalah semua orang harus ada di sana, dalam diskusi, sepak bola klub, sepak bola internasional, saya pikir saya sudah mengatakan sebelumnya bahwa ada penyesuaian pada kalender yang akan membantu semua orang," kata Gareth Southgate lagi.

Sumber: Mirror

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel