La Nina Bikin Harga Cabai Tembus Rp 71 Ribu per Kg Jelang Natal dan Tahun Baru

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) melaporkan, sejumlah harga bahan pangan mengalami kenaikan jelang musim Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021. Kenaikan harga ini turut terjadi pada beberapa komoditas dasar seperti cabai dan bawang.

Ketua Umum Ikappi Abdullah Mansuri mengatakan, kenaikan harga ini terjadi terutama akibat faktor cuaca ekstrem imbas La Nina, yang menyebabkan hujan deras tiada henti di daerah penghasil.

"Pertama soal produksi, itu karena La Nina, karena hujan deras di beberapa daerah penghasil," kata Abdullah kepada Liputan6.com, Rabu (23/12/2020).

Menurut catatannya per Rabu (23/12/2020) hari ini, komoditas cabai seperti Cabai merah besar TW naik dari Rp 70 ribu menjadi Rp 70.900-71 ribu. Kemudian cabai rawit merah dari Rp 61 ribu ke Rp 61.500, dan cabai merah keriting dari Rp 66 ribu ke Rp 67 ribu.

Sementara komoditas bawang merah secara harga mengalami peningkatan dari Rp 33 ribu menjadi Rp 33.500, dan bawang putih dari Rp 29.500 ke Rp 30 ribu.

Abdullah menjelaskan, kenaikan ini terjadi karena produk cabai dan bawang seret pasokan. Sebab, produksinya tidak begitu banyak, namun permintaan makin meningkat jelang libur Nataru ini.

"Produksinya enggak begitu banyak. Tetapi harga terus tinggi, permintaan sudah tinggi. Bawang juga begitu. Stoknya ada tetapi memang permintaan cukup tinggi tetapi mau tidak mau harga naik," ujar dia.

Faktor berikutnya yang turut mengakibatkan harga cabai dan bawang naik yakni psikologi pasar. Abdullah menyatakan, pedagang kerap memainkan harga begitu permintaan terus meningkat.

"Psikologi pasar tuh begitu permintaannya tinggi, maka harganya dinaikan. Kalau saya sebut bulan panennya pedagang lah," tukas Abdullah.

Harga Cabai dan Bawang Naik Selama Oktober 2020, Ini Sebabnya

Pedagang merapikan barang dagangannya di Tebet, Jakarta, Senin (3/10). Secara umum, bahan makanan deflasi tapi ada kenaikan cabai merah sehingga peranannya mengalami inflasi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pedagang merapikan barang dagangannya di Tebet, Jakarta, Senin (3/10). Secara umum, bahan makanan deflasi tapi ada kenaikan cabai merah sehingga peranannya mengalami inflasi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto menyebut kenaikan harga cabai merah dan bawang merah yang terjadi pada Oktober 2020 disebabkan oleh faktor cuaca.

Dimana curah hujan terjadi pada periode itu, mengakibatkan produksi kualitas dan kulaitas kedua komoditas tersebut menjadi mahal.

"Kalau kami lihat kenaikan harga cabai mereh dan bawang merah lebih karena cuaca yang tidak terlalu bepihak. Jadi di sana curah hujan yang tinggi dampak pada produksi dan kualitas cabai merah hal yang sama juga terjadi pada bawang merah," jelas dia di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2020).

Dia memperkirakan, dalam sisa waktu dua bulan yakni November dan Desember beberapa harga komoditas juga diperkirakan masih akan mengalami lonjakan. Selain faktor cuaca, kenaikan lainnya terjadi karena Desember akan memasuki persiapan natal dan tahun baru.

"Tapi kemarin kami berikan catatan bahwa peningkatan curah hujan dari Oktober-Demseber lebih tinggi dari baisanya karena dampak lainnya," kata dia.

Sementara itu, terkait dengan beras, BPS memastikan sampai akhir tahun masih cukup aman. Hanya saja, untuk sayur-sayuran jika tidak berhati-hati bisa mengalami fluktuasi harga yang terjadi pada bulan ini seperti pada cabai merah dan bawang merah.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: