La Nyalla Beri Penjelasan Pada Tim Task Force FIFA


INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum PSSI Versi Kongres Luar Biasa (KLB), La Nyalla Matalitti, menjelaskan kepada Menpora Andi Mallarangen bahwa PSSI Djohar Arifin sudah tidak lagi legitimate.

Hari Ini, Rabu (11/4/2012), perwakilan PSSI versi Kongres Luar Biasa, Ketua Umum La Nyalla Matalitta, serta dua anggota Komite Eksekutif, Roberto Rouw dan hardi Hasan datang menyambangi Kantor Menpora di Senayan, Jakarta.

Maksud kedatangan mereka adalah untuk melaporkan hasil Kongres Luar Biasa PSSI yang dihelat di Hotel Mercure Ancol, Jakarta 18 Maret lalu.

Dalam kesempatan itu, La Nyalla menjelaskan kepada Menpora bahwa PSSI Djohar Arifin tidak legitimate karena sudah tak didukung oleh 2/3 anggota PSSI.

La Nyalla juga mengaku bakal memberikan penjelasan yang sama kepada tim Task Force FIFA yang berisi empat petinggi AFC, yakni Wakil Presiden AFC HRH Pangeran Abdullah lbni Sultan Ahmad Shah, anggota Komite Eksekutif FIFA dan AFC Dato Worawi Makudi, Sekjen AFC Dato Alex Soosay, dan Kepala Asosiasi Anggota dan Hubungan lnternational AFC James Johnson.

"Djohar sudah tidak legitimate karena tidak didukung 2/3 anggota
PSSI.Tugas saya menjelaskan pada tim Task Force FIFA," tegasnya.

"Jadi, wajar kalau pemerintah masih menganggap PSSI yang diakui FIFA adalah djohar arifin. Tugas saya menjelaskan pada FIFA bahwa Djohar sudah tidak legitimate," tambahnya.

"Soal dualisme kompetisi, satu-satunya jalan  bentuk timnas, saya minta tidak dikelola Djohar. Itu karena klub ISL itu tidak akan mungkin mau bergabung dengan IPL," pungkasnya.

FIFA sendiri memberikan tengat waktu untuk menyelesaikan masalah dualisme federasi dan liga sepakbola Indonesia hingga 15 Juni nanti, dari yang sebelumnya pada 20 Maret.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.