La Roche-Posay perkenalkan analisa kulit berjerawat berbasis AI

La Roche-Posay pada Rabu memperkenalkan Effaclar Spotscan atau teknologi pemindai kulit berjerawat berbasis artificial intelligence (AI) yang dikembangkan bersama dermatolog dunia dengan tingkat akurasi tinggi.

Melalui Effaclar Spotscan, Head of Marketing Active Cosmetics Division L’ORÉAL Indonesia Nestya Sedayu mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mendekatkan akses dokter spesialis kulit atau dermatolog kepada masyarakat Indonesia yang memiliki masalah kulit, terutama jerawat.

Menurutnya, La Roche-Posay sendiri percaya bahwa solusi yang efektif untuk mengatasi masalah jerawat dimulai dengan analisa yang akurat dan diagnosa dari dermatolog.

Oleh sebab itu, pihaknya memiliki komitmen untuk membawa life-changing dermatology melalui pilihan produk, informasi, edukasi, teknologi yang mudah diakses, serta analisa dan konsultasi dengan profesional ahlinya yaitu dermatolog.

“Tentunya Effaclar Spotscan tidak akan bisa menggantikan diagnosa dari dermatolog, tapi ini adalah langkah awal untuk memperingatkan kapan kita harus konsultasi ke dermatolog serta langkah apa yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pasien,” kata Nestya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Panduan merawat wajah berjerawat dari ahli

“Harapannya, masyarakat bisa lebih aware lagi dan lebih dekat dengan dermatolog serta bisa punya kulit yang lebih sehat,” imbuhnya.

Digital Services & Innovation Projects Manager La Roche-Posay International Pavel Tyutyaev mengatakan pihaknya bekerja sama dengan dermatolog dunia untuk menganalisa lebih dari 7.000 sampel foto dari berbagai tipe kulit dan tingkat keparahan jerawat yang berbeda. Hal tersebut dilakukan untuk membangun algoritma yang akurat.

“Mengetahui keragaman konsumen kami di seluruh dunia, kami menggunakan sampel foto dengan tipe kulit yang bervariasi untuk memastikan analisis kami relevan untuk setiap orang terlepas dari jenis kulitnya,” ujar Pavel.

Ia menjelaskan bahwa tingkat akurasi Effaclar Spotscan telah divalidasi melalui clinical study, antara lain 87 persen akurasi untuk jerawat meradang, 72 persen untuk noda bekas jerawat, dan 61 persen untuk komedo.

Effaclar Spotscan menggunakan evaluasi GEA (Global Evaluation of Acne) atau skala evaluasi global yang digunakan oleh dermatolog di dunia untuk mengukur tingkat keparahan jerawat, jumlah komedo, jerawat meradang, dan noda bekas jerawat.

Effaclar Spotscan dapat diakses secara gratis melalui website La Roche-Posay Indonesia. Proses analisa teknologi ini hanya membutuhkan waktu beberapa menit, caranya dimulai dari ambil tiga kali foto wajah (selfie) dengan tampak depan, samping kanan, dan samping kiri. Kemudian Effaclar Spotscan akan menganalisa dan menentukan tingkat kondisi kulit berjerawat (GEA) dengan angka 0 hingga 5.

Jika nilai GEA sama dengan atau lebih dari 2 (GEA ≥2), Effaclar Spotscan akan memberi saran pengguna untuk berkonsultasi dengan dermatolog. Effaclar Spotscan juga memberikan pilihan konsultasi daring melalui layanan teledermatologi dari Halodoc.

Berdasarkan analisa tingkat GEA, Effaclar Spotscan akan merekomendasikan rangkaian perawatan kulit yang sesuai dengan kebutuhan kulit, sembari menunggu konsultasi dengan dermatolog jika diperlukan. Selain itu, Effaclar Spotscan juga akan memberikan rekomendasi tips mengenai cara merawat kulit berjerawat.

Baca juga: La Roche-Posay hadirkan konsultasi ke dermatolog

Baca juga: Kenali ciri dan penyebab jerawat pada orang dewasa

Baca juga: Mengenal kutil kelamin, penyebab dan pencegahannya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel