Laba Bersih Ciputra Development Melonjak Tiga Kali Lipat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laba bersih perusahaan pengembang properti, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) melonjak tiga kali lipat lebih atau 337 persen menjadi Rp 1 triliun pada akhir September 2021. Dibandingkan periode yang sama 2020, laba bersih perseroan sebesar Rp 232,18 miliar.

Hal tersebut dikutip dari laporan keuangan perseroan yang disampaikan ke regulator, PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Melonjaknya laba bersih tersebut dihasilkan dari meningkatnya pendapatan Ciputra Development sebesar 56,81 persen menjadi sebesar Rp 6,65 triliun pada sembilan bulan terakhir di 2021, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,24 triliun.

Peningkatan pendapatan Ciputra Development tersebut tidak hanya bersumber dari pertumbuhan penjualan unit properti perseroan. Namun, juga dihasilkan dari pendapatan usaha perseroan yang berulang (recurring income).

Penjualan perseroan terbesar berasal dari penjualan rumah hunian dan ruko sebesar Rp 3,35 triliun. Sementara penjualan unit kantor, kapling, dan apartemen, berturut-turut mencapai sebesar Rp 856,31 miliar, sebesar Rp 809,78 miliar dan sebesar Rp 433,02 miliar. Sehingga penjualan unit properti secara total mencapai sebesar Rp 5,45 triliun.

Sedangkan pendapatan usaha perseroan yang berulang bersumber dari Rumah Sakit, sewa pusat niaga, sewa kantor, hotel, lapangan golf dan lainnya, dengan nilai sebesar Rp 1,2 triliun.

Peningkatan penjualan perseroan juga diikuti dengan kenaikan beban pokok penjualan dan beban langsung. Meski beban pokok penjualan dan beban langsung meningkat, laba usaha perseroan masih mengalami pertumbuhan sebesar 172,92 persen menjadi sebesar 2,25 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 825,76 miliar.

Perseroan juga diuntungkan oleh laba dan entitas asosiasi dan penghasilan keuangan. Ciputra Development menghasilkan laba bersih per saham sebesar Rp 55. Jumlah tersebut meningkat signifikan, yaitu sebanyak 333,08 persen dibanding akhir September 2020 lalu yaitu sebesar Rp 13 per saham.

Total Aset dan Liabilitas

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Hingga akhir September 2021, total aset Ciputra Development Tbk tercatat sebesar Rp 40,05 triliun, naik tipis dibanding tahun lalu yaitu sebesar Rp 39,25 triliun.

Total ekuitas dan liabitas perseroan mencapai masing-masing sebesar Rp 18,58 triliun dan sebesar Rp 21,47 triliun.

Gerak Saham CTRA

Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Angka tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencatat penutupan perdagangan pada level 5.296,711 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Angka tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencatat penutupan perdagangan pada level 5.296,711 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pada perdagangan Rabu pagi, (17/11/2021) pukul 10.03 WIB, saham CTRA naik 4,39 persen ke posisi Rp 1.185 per saham. Saham CTRA naik 10 poin ke posisi Rp 1.150 per saham.

Saham CTRA berada di level tertinggi Rp 1.200 dan terendah Rp 1.145 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.890 kali dengan volume perdagangan 286.743 dan nilai transaksi Rp 33,9 miliar.

Reporter: Elizabeth Brahmana

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel