Laba bersih Citibank turun 17,23 persen pada kuartal III 2020

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 1 menit

Citi Indonesia (Citibank) membukukan laba bersih sebesar Rp1,9 triliun pada kuartal III-2020 di tengah ketidakpastian ekonomi akibat dampak pandemi COVID-19.

“Cukup menggembirakan performance untuk sembilan bulan ini,” kata CEO Citi Indonesia Batara Sianturi dalam paparan kinerja kuartal III-2020 secara virtual di Jakarta, Kamis.

Meski mencatatkan laba bersih yang signifikan di tengah ketidakpastian, namun dibandingkan periode sama tahun lalu laba bersih itu menurun 17,23 persen dari perolehan sebelumnya mencapai Rp2,38 triliun.

Baca juga: Citibank akui sulit penuhi target kredit UMKM

Selain laba bersih, pihaknya juga mencatatkan laba operasional mencapai Rp2,6 triliun, portofolio kredit tumbuh sebesar enam persen dari awal tahun hingga kuartal III-2020 (ytd).

Untuk angka kredit bermasalah (NPL), lanjut dia, juga tercatat rendah yakni mencapai 2,8 persen sedangkan net NPL mencapai 0,3 persen.

Menurut dia, terjaganya NPL yang rendah itu karena tidak banyak nasabah yang memanfaatkan restrukturisasi kredit.

Meski begitu, restrukturisasi kredit hanya terjadi di portofolio kartu kredit yang hingga September 2020 terdapat 1.264 nasabah yang mengajukan restrukturisasi kredit.

Baca juga: Citibank kantongi laba Rp1,4 triliun, turun 21 persen

“Tidak ada NPL yang signifikan sehingga ini merupakan refleksi dari kebanyakan consumer banking dan juga di program POJK 11, untuk institusional banking itu hampir tidak ada, kebanyakan hanya di portofolio kartu kredit,” katanya.

Sementara itu untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 10 persen jika dibandingkan awal tahun hingga kuartal III-2020 (ytd).

Citibank mencatatkan Return On Equity (ROE) sebesar 15 persen dan Return on Asset (ROA) sebesar 3,9 persen dan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 76,6 persen.

Baca juga: Citi Indonesia fokus lakukan inovasi dan digitalisasi untuk nasabah