Laba Bersih LPKR 2021 Diprediksi Capai Rp913 Miliar

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kinerja keuangan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) diprediksi membaik tahun ini. Dalam publikasi hasil riset Mandiri Sekuritas, tim analis menyebutkan bahwa proyeksi laba bersih LPKR pada tahun 2021 akan mencapai Rp913 miliar. Adapun secara valuasi, Price to Earning Ratio (PER) LPKR sebesar 15,8 kali dan Price to Book Value (P/BV) 0,5 kali.

Analis Mandiri Sekuritas, Robin Sutanto menyebutkan, pada tahun 2020 kinerja LPKR sudah mengalami perbaikan pada kuartal IV. Dimana pendapatan mencapai Rp3,4 triliun atau tumbuh 4 persen quarter on quarter (qoq). Hal tersebut didorong serah terima proyek-proyek properti yang terus berjalan dan moncernya bisnis kesehatan.

Pada tahun 2020, LPKR pun membukukan pendapatan Rp11,96 triliun, turun 3 persen yoy dari Rp12,32 triliun pada tahun 2019. Namun, pendapatan LPKR mencapai 93 persen dari proyeksi target Mandiri Sekuritas (Rp12,93 triliun) dan 101 persen proyeksi konsensus analis (Rp11,86 triliun).

CEO LPKR John Riady mengatakan, meski dilanda pandemi COVID-19, tahun 2020 merupakan tahun baik bagi bisnis properti kami. Pihaknya membukukan lebih dari Rp2,67 triliun pra penjualan, naik 45 persen yoy.

"Saya yakin di masa mendatang saat melihat balik ke hari ini, kami akan menunjuk tahun 2020 sebagai titik balik bisnis properti yang divalidasikan oleh suksesnya peluncuran unit di Lippo Village. Seluruh unit yang ditawarkan dalam acara peluncuran habis dalam kurun waktu beberapa jam," kata dia dalam keterangan resmi, Kamis 27 Mei 2021.

Pada lini recurring revenue, ia melanjutkan, Siloam menunjukkan pertumbuhan EBITDA yang kuat yang didukung oleh perbaikan margin berkat bantuan dokter dan perawat yang berada di lini terdepan dalam mengatasi COVID-19.

"Walaupun bisnis recurring revenue kami yang lain mengalami dampak buruk akibat dari pandemi Covid-19, kami sudah mulai bisa melihat pemulihan bisnis serta kehidupan yang mendekati normal,” ujar John Riady.