Laba Bersih Tifico Fiber Indonesia Melonjak 1.055 Persen pada Semester I 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) membukukan pendapatan USD 97,34 juta atau Rp 1,4 triliun (kurs Rp 14.337 per USD) pada semester I-2021. Naik 28,6 persen dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu sebesar USD 75,7 juta.

Merujuk laporan keuangan Perseroan dalam keterbukaan Bursa, Selasa (31/8/2021), pendapatan paling banyak berasal dari staple fiber senilai USD 62,08 juta. Disusul filament yarn USD 21,81 juta, chip USD 12,61 juta, dan RCL USD 827.514.

Pada periode yang sama, beban pokok tercatat sebesar USD 87,67, naik dari sebelumnya USD 72,43 juta. Sehingga diperoleh laba bruto USD 9,66 juta. Sejalan dengan itu, beban penjualan naik menjadi USD 815.354 dari sebelumnya USD 795.921.

Beban umum dan administrasi turun menjadi USD 1,65 juta dari semester I-2020 USD 2,07 juta. Beban penyusutan properti investasi tetap sebesar USD 15.108. Rugi selisih kurs neto pada semester I-2021 tercatat USD 512.978 dibandingkan periode yang sama tahun lalu USD 485.689.

Sementara pendapatan operasi lain-lain naik dari USD 194.884 pada semester I-2020, menjadi USD 519.578 pada semester I-2021. Sehingga diperoleh laba usaha yang naik signifikan, yakni 8.229,7 persen menjadi USD 7,19 juta dibandingkan USD 86.273 pada semester I-2020. Dengan penghasilan bunga sebesar USD 387.943, maka laba sebelum pajak penghasilan menjadi USD 7,57 juta.

Setelah dikurangi pajak penghasilan, diperoleh laba periode berjalan sebesar USD 6,01 juta atau sekitar Rp 86,18 miliar. Naik 1.055,63 persen dibandingkan semester I-2020 sebesar USD 520.135. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar naik menjadi Rp 0,0012 dari sebelumnya Rp 0,0001.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Total Liabilitas

(Foto: Ilustrasi investasi saham. Dok Unsplash/Austin Distel)
(Foto: Ilustrasi investasi saham. Dok Unsplash/Austin Distel)

Hingga 30 Juni 2021, aset perseroan tercatat sebesar USD 323,86, naik dibandingkan per 20 Desember 2020 sebesar USD 317,72 juta. Terdiri dari aset lancar USD 127,62 juta dan sisanya USD 196,24 juta merupakan aset tidak lancar.

Dari sisi liabilitas naik tipis menjadi USD 28,54 juta dibandingkan akhir tahun lalu sebesar USD 28,41 juta. Sementara ekuitas PErseroan sampai dengan 30 Juni 2021 tercatat sebesar USD 295,32 juta, naik dibandingkan posisi akhir Desember 2020 sebesar USD 289,31 juta.

Pada perdagangan Selasa (31/8/2021) sesi pertama, saham TFCO naik 0,74 persen ke posisi Rp 685 per saham. Saham TFCO dibuka naik lima poin ke posisi Rp 685 per saham.

Saham TFCO berada di level tertinggi Rp 685 dan terendah Rp 680 per saham. Total frekuensi perdagangan 13 kali dengan volume perdagangan 275. Nilai transaksi Rp 18,1 juta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel