Laba bersih triwulan ketiga Samsung Electronics melonjak terdorong kasus Huawei

·Bacaan 3 menit

Seoul (AFP) - Laba bersih Samsung Electronics melonjak hampir separuhnya pada triwulan ketiga, lapor perusahaan itu Kamis, setelah bisnis mobile dan chip raksasa Korea Selatan itu terdorong oleh sanksi AS terhadap pesaingnya dari China, Huawei.

Menurut Bloomberg News, produsen chip memori terbesar di dunia itu mengatakan labanya pada periode Juli sampai September naik 48,8 persen dibandingkan tahun lalu (year on year) menjadi 9,36 triliun won (Rp120,4 triliun) sehingga melewati ekspektasi.

Perusahaan ini adalah anak perusahaan utama raksasa Grup Samsung yang sejauh ini merupakan konglomerat terbesar yang dikendalikan keluarga yang mendominasi dunia bisnis di negara berperekonomiam terbesar ke-12 di dunia itu dan sangat penting bagi kesehatan perekonomian Korea Selatan.

Kinerja itu muncul sehari setelah pemakaman mendiang ketua Lee Kun-hee yang telah mengubah perusahaan itu menjadi perusahaan kelas dunia dan ketika virus corona mendatangkan malapetaka terhadap perekonomian dunia.

Namun, meskipun pandemi melanda banyak negara, Korea Selatan kembali tumbuh pada triwulan ketiga yang didorong oleh kinerja ekspor yang lebih baik dari perkiraan.

Negara ini kini diperkirakan menjadi salah satu yang paling tidak terpengaruh dalam kelompok negara maju OECD pada 2020 dalam hal kinerja ekonomi.

Para analis mengatakan peluncuran smartphone premium terbaru Samsung pada Agustus -Galaxy Note 20 dan Galaxy Z Fold 2- ditambah dengan kinerja penjualan yang kuat pada ponsel kelas menengah menjadi pendorong utama kinerja triwulan ketiga perusahaan itu.

Larangan AS terhadap perusahaan-perusahaan asing yang menyediakan teknologi asal AS kepada Huawei yang mulai berlaku 15 September, memutus pasokan penting semikonduktor dan software yang diperlukan untuk membuat ponsel cerdas dan peralatan 5G, yang sekaligus juga memberikan dorongan.

"Samsung sudah cukup agresif dalam peluncuran produk baru serta strategi saluran, dengan memanfaatkan sentimen anti-China yang tengah berlangsung," kata Prachir Singh, analis senior pada pengamat pasar Counterpoint, kepada AFP.

Penurunan biaya pemasaran karena pandemi "juga membantu dalam hal keuntungan operasional' Samsung, kata Sujeong Lim, analis lain Counterpoint.

Bisnis memori perusahaan ini juga diuntungkan oleh perseteruan itu setelah Huawei bergegas membeli semikonduktor buatan Samsung sebelum pembatasan AS itu berlaku.

Segmen itu "membukukan pendapatan yang solid karena adanya permintaan yang sehat untuk produk mobile dan PC yang menyebabkan pengiriman yang lebih tinggi dari perkiraan, melewati dampak dari harga lebih rendah chip memori," kata perusahaan itu dalam satu pernyataan.

Laba operasional naik 58,7 persen menjadi 12,35 triliun won, sedangkan penjualan juga naik 8 persen menjadi 66,96 triliun won.

Tetapi prospek masa depan perusahaan itu mungkin tidak begitu cerah.

Menurut peneliti pasar TrendForce, Samsung memimpin pasar chip DRAM dengan pangsa 43,5 persen pada April-Juni.

Chip DRAM server mengalami kenaikan karena pandemi mendorong orang bekerja dari rumah dan kelas online - tetapi kini mengalami "kelebihan pasokan yang demikian besar", kata TrendForce dalam sebuah laporan.

"Oleh karena itu, harga kontrak produk server DRAM terus turun ke posisi terendah baru," lanjut lembaga itu yang memperkirakan penurunan 13-18 persen pada triwulan keempat.

Lim dari Counterpoint berkata: "Situasi di pasar semikonduktor termasuk pasar server kemungkinan tidak begitu baik sehingga ada banyak ketidakpastian. Permintaan server juga menurun."

"Selain itu, karena pasokan untuk Huawei ditangguhkan, mungkin perlu beberapa saat bagi Samsung untuk bisa menemukan klien lain guna menambal bisnis yang hilang."

Samsung memperingatkan penjualan smartphone pada kuartal saat ini diperkirakan turun sebagai "efek dari meredanya peluncuran model flagship baru", sedangkan belanja pemasaran yang lebih tinggi dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat "juga cenderung menggerogoti laba".

Awal tahun ini, Samsung digulingkan oleh Huawei dari posisinya yang sejak lama dipegang sebagai produsen smartphone terbesar di dunia ketika perekonomian China pulih dari virus corona.

Ketua Lee Kun-hee meninggal dunia Minggu, enam tahun setelah terbaring di tempat tidur karena serangan jantung, ketika putra dan ahli warisnya Lee Jae mengambil alih sebagai pemimpin de facto, meskipun secara resmi dia tetap wakil ketua.

Keluarga itu menghadapi kemungkinan harus membayar pajak warisan miliaran dolar.

Kian memperumit rencana suksesi dalam perusahaan itu, putranya saat ini sedang diadili kembali karena skandal korupsi yang merentang luas yang bisa mengakibatkan dia kembali ke penjara.

Dia tidak ditahan selama persidangan, tetapi putusan bersalah bisa menghilangkan pembuat keputusan puncak di perusahaan itu.

Saham Samsung Electronics turun 1,36 persen dalam perdagangan sesi pagi di Seoul.
cdl/slb/qan