Laba Bersih XL Axiata Merosot 48 Persen pada 2021, Ini Sebabnya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatatkan laba bersih perseroan sepanjang 2020 sebesar Rp 372 miliar. Angka ini merosot 47,85 persen dibandingkan laba perseroan sepanjang 2019 sebesar Rp 713 miliar.

Adapun penyusutan laba bersih ini karena perseroan melakukan review atas estimasi umur manfaat aset tetap pada sekitar kuartal IV-2002. Hasilnya, manajemen memutuskan untuk mempercepat umur manfaat atas sebagian peralatan jaringan yang terutama terkait dengan teknologi 3G.

Perseroan yakin aset tersebut sudah tidak akan digunakan dan didepresiasi lagi di masa yang akan datang.

"Oleh karena itu, perseroan membebankan biaya penyusutan sebesar Rp 2,47 miliar pada laporan laba rugi tahun berjalan,” kata Direktur Keuangan XL Axiata Budi Pramantika dalam video konferensi, Selasa (16/2/2021).

Kendati begitu, dari sisi pendapatan sepanjang 2020 mengalami kenaikan tiga persen menjadi Rp 26 triliun, dibandingkan pendapatan sepanjang 2019 sebesar Rp 25 triliun.

"Capaian ini menunjukkan bahwa XL Axiata memiliki leverage yang tinggi. Hal ini tercapai karena keberhasilan kami membangun budaya operational excellence. Jadi kami fokus pada investasi yang memberikan tingkat pengembalian terbaik. Dengan begitu kami bisa menghasilkan EBITDA yang jauh lebih cepat,” ujar Budi.

Ebitda

Salah satu BTS XL Axiata di site HUT Pathuk, Yogyakarta. (Liputan6.com/Corry Anestia)
Salah satu BTS XL Axiata di site HUT Pathuk, Yogyakarta. (Liputan6.com/Corry Anestia)

Adapun perseroan berhasil membukukan EBITDA sebesar Rp 13 miliar sepanjang 2020. Angka ini naik 31 persen dibandingkan EBITDA sepanjang 2019 sebesar Rp 9,6 miliar.

Sejalan dengan peningkatan EBITDA, Free Cash Flow (FCF) perseroan juga mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 76 persen sepanjang 2020 mencapai Rp 6,4 miliar dari Rp 3,6 miliar sepanjang 2019.

PT XL Axiata Tbk turun 3,91 persen ke posisi Rp 2.210 per saham pada Selasam 16 Februari 2021. Saham EXCL sempat dibuka stagnan 2.300 per saham. Saham EXCL sempat di level tertinggi 2.330 dan terendah 2.180 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 27.062 kali dengan nilai transaksi Rp 252,1 miliar.

Rencana Belanja Modal XL Axiata pada 2021

Seorang petugas di menara BTS berupaya memperkuat jaringan XL di sepanjang tol baru untuk keperluan mudik 2017 (Sumber: XL Axiata)
Seorang petugas di menara BTS berupaya memperkuat jaringan XL di sepanjang tol baru untuk keperluan mudik 2017 (Sumber: XL Axiata)

Sebelumnya, PT XL Axiata Tbk (EXCL) berencana mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 7 miliar pada 2021.

Untuk memenuhi belanja modal tersebut, Direktur Finance XL Axiata Budi Pramantika mengatakan perseroan tak memiliki perencanaan khusus. Budi mengatakan, pengambilan keputusan terkait pendanaan capex akan disesuaikan dengan kondisi yang paling menguntungkan.

"Kita akan selalu berpegang pada prinsip oportunistik dari sisi pembiayaan. kita kan selalu melihat apakah lebih efisien menggunakan dana dari luar atau lebih efisien dana dari dalam,” kata Budi dalam video konferensi, Selasa (16/2/2021).

Dia menuturkan, jika pembiayaan mencatat imbal hasil yang lebih baik, perseroan akan melakukan pembiayaan dari luar. “Sebaliknya, Tapi kalau kita lihat lebih murah kita akan menggunakan dana sendiri,” ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, CEO XL Axiata, Dian Siswarini menekankan perseroan akan meningkatkan layanan jaringan pada 2021.. Rencana tersebut merujuk pada meningkatnya aktivitas berjejaring selama pandemi COVID-19.

"Pencapaian XL Home di tahun 2020 sangat signifikan karena terakselerasi dengan covid-19 yang membuat internet activity (online) rumah jadi sangat intens dan membuat demandnya meningkat,” kata dia.

"2021 target kita adalah kita mau menggandakan jumlah homepass di jaringan XL Home,” ia menambahkan.

Saat ini, Dian mencatat ada sekitar 500 ribu homepass yang ada sehingga jika digandakan, EXCL akan merealisasikan sekitar 10 ribu homepass pada 2021.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini