Laba BFI Finance Kuartal I 2022 Tumbuh 72,5 Persen Capai Rp 396 Miliar

Merdeka.com - Merdeka.com - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) meraup laba bersih Rp396 miliar pada kuartal I-2022. Angka ini tumbuh sebesar 72,5 persen secara tahunan atau year on year/yoy.

Direktur Keuangan sekaligus Corporate Secretary BFI Finance, Sudjono mengatakan, peningkatan laba yang tinggi ini tidak terlepas dari bertumbuhnya pendapatan total sebesar 18,4 persen yoy menjadi Rp1,2 triliun. Lalu, diimbangi dengan penurunan total biaya sebesar 3,6 persen yang didukung oleh penurunan biaya dana (cost of fund) dan biaya kredit (cost of credit) yang turun dibanding tahun sebelumnya, dengan biaya operasional meningkat secara proporsional.

"Geliat BFI Finance kembali melesat seiring dengan pemulihan ekonomi dan daya beli masyarakat serta pelaku usaha di beragam lini industri yang terjadi sepanjang kuartal pertama 2022," imbuh Sudjono dalam keterangannya, Rabu (27/4).

Selain itu, BFI Finance berhasil mencatat rekor nilai pembiayaan baru (booking)
di Kuartal I-2022 dengan nilai Rp4,8 triliun. Nilai ini meningkat 61,8 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, dan 10,9 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Peningkatan nilai booking ini turut mengatrol jumlah total piutang yang dikelola yang naik 14,3 persen dibandingkan kuartal I-2021, menjadi Rp15,6 triliun. Rasio Non-Performing Financing (NPF) bruto tetap stabil membaik di angka 1,06 persen dan neto sebesar 0,26 persen.

Sementara nilai aset dilaporkan sebesar Rp16,4 triliun, atau lebih tinggi 15,4 persen yoy. "Mobilitas masyarakat yang semakin tinggi serta peningkatan kebutuhan dan konsumsi jelang Ramadan juga turut mendukung kinerja Perseroan sepanjang kuartal satu kemarin," ujar Sudjono.

Turunkan Cadangan Kerugian Piutang

kerugian piutang rev1
kerugian piutang rev1.jpg

Dengan kondisi ekonomi dan kinerja yang membaik, Perusahaan mulai menurunkan Cadangan Kerugian Piutang dari 7,6 persen di kuartal I-2021 menjadi 5,4 persen di kuartal I-2022. Namun demikian, Perusahaan tetap fokus dalam menerapkan manajemen risiko yang prudent dengan tetap menjaga tingkat cadangan yang mencapai 5,1x besar NPF.

Per 31 Maret 2022, sisa nilai piutang dari kontrak yang melakukan relaksasi terkait pandemi COVID-19 tersisa 6,9 persen dari keseluruhan nilai piutang pembiayaan yang dikelola turun secara signifikan dari nilai persentase tertinggi 35,5 persen di September 2020.

Sebagian besar dari piutang relaksasi tersebut sudah dalam tahap pembayaran normal, dengan 1,3 persen sisanya masih dalam program relaksasi. Diharapkan piutang relaksasi ini dapat dituntaskan sepenuhnya di 2022 mengingat sejak akhir 2021 kurvanya sudah terus menurun.

Untuk piutang pembiayaan yang dikelola berdasarkan jenis aset, komposisi mobil (bekas dan baru) sebesar 70,7 persen disusul oleh alat berat dan mesin sebesar 12,5 persen. Sisanya adalah motor bekas 10,4 persen, dan lainnya 6,4 persen seperti property-backed financing (PBF) atau pembiayaan berjaminan sertifikat rumah dan ruko, pembiayaan syariah, dan pembiayaan chanelling dengan anak usaha Pinjam Modal (PT Finansial Integrasi Teknologi).

Perjalanan penting BFI Finance lainnya sepanjang triwulan pertama 2022 juga ditandai dengan penawaran tender sukarela oleh Trinugraha Capital & Co SCA selaku pemegang saham pengendali atas saham BFIN dan telah dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan pada Maret lalu.

"Tentunya hal ini menunjukkan kepercayaan dari pemegang saham atas kinerja BFI Finance. Kami tetap mempertahankan tata kelola yang baik dan kehati-hatian dalam berbisnis untuk bertumbuh secara sehat serta transformasi digital guna melayani konsumen dan mitra bisnis kami lebih baik lagi," tutup Sudjono. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel