Laba Jasa Marga Melejit 375,52 Persen hingga Kuartal III 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan pendapatan Rp 10,63 triliun hingga kuartal lII 2021. Pendapatan itu naik tipis 0,8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 10,55 triliun.

Dalam keterbukaan informasi Bursa, pendapatan tersebut berasal dari tol sebesar Rp 7,4 triliun atau naik 21,57 persen yoy. Kemudian pendapatan lainnya naik 12 persen yoy menjadi Rp 654,53 miliar. Sementara pendapatan konstruksi turun 36 persen yoy menjadi Rp 2,37 triliun hingga kuartal III 2021.

Dari raihan tersebut, Jasa Marga mencatatkan beban pokok pendapatan sebesar Rp 6,2 triliun, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 6,64 triliun. Sehingga diperoleh laba kotor Rp 4,43 triliun hingga kuartal III 2021, naik 13,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,9 triliun.

Pada periode tersebut, perseroan mencatatkan penghasilan keuangan hingga September 2021 sebesar Rp 231,56 miliar, penghasilan lain-lain Rp 44,2 miliar, dan keuntungan dari pelepasan investasi senilai Rp 788,74 miliar.

Pada saat bersamaan, beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp 801,14 miliar, beban lain-lain Rp 58,3 miliar, dan beban pajak atas penghasilan keuangan Rp 19,12 miliar. Sehingga diperoleh laba usaha hingga kuartal III 2021 sebesar Rp 4,62 triliun, naik 36,32 persen yoy.

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan, perseroan berhasil mengukuhkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp749,42 miliar.

Laba itu naik 375,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 157,60 miliar. Dengan laba per saham Rp 103,23 dari sebelumnya Rp 21,71 per saham.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Total Aset

Sejumlah kendaraan melintas di Tol Dalam Kota, Jakarta, Kamis (29/7/2021). Jasa Marga menyebut volume lalu lintas kendaraan di tol turun sebesar 40,97 persen selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali pada 3-20 Juli 2021. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Sejumlah kendaraan melintas di Tol Dalam Kota, Jakarta, Kamis (29/7/2021). Jasa Marga menyebut volume lalu lintas kendaraan di tol turun sebesar 40,97 persen selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali pada 3-20 Juli 2021. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dari sisi aset perseroan hingga September 2021 tercatat sebesar Ro 105,32 triliun, naik dari Rp 104,09 triliun pada akhir tahun lalu Rp 67,67. Terdiri dari aset lancar Rp 10,64 triliun, dan aset tidak lancar Rp 94,68 triliun.

Liabilitas perseroan hingga September 2021 sebesar Rp 80,04 triliun, naik dibandingkan posisi akhir Desember 2020 Rp 79,32 triliun. Sebesar Rp 11,84 triliun merupakan liabilitas jangka pendek, dan sisanya Rp 68,19 triliun sebagai liabilitas jangka panjang.

Pada penutupan perdagangan Senin, 8 November 2021, saham JSMR turun 0,47 persen ke posisi Rp 4.280 per saham.

Saham JSMR dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 4.310 per saham. Saham JSMR berada di level tertinggi Rp 4.320 dan terendah Rp 4.230 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.165 kali dengan volume perdagangan 44.588. Nilai transaksi Rp 19,1 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel