Laba operasi Samsung naik tipis di tengah kelangkaan semikonduktor

Ida Nurcahyani
·Bacaan 2 menit

Samsung Electronic melaporkan laba operasionalnya pada kuartal pertama 2021 naik tipis 4 persen menjadi 9,38 triliun won dibanding periode sama tahun lalu setelah bisnis smartphone dan elektronik konsumennya meraih penjualan solid.

Baca juga: Huawei: Atasi krisis semikonduktor dengan kolaborasi

Pendapatan konsolidasi Samsung periode itu juga hanya naik 6 persen menjadi 65,39 triliun won meskipun bisnis semikonduktor dan layar menghasilkan pendapatan yang lebih rendah. Sementara di sisi lain, kelangkaan semikonduktor di pasar telah menyebabkan banyak perusahaan otomotif di dunia mengurangi produksi.

Bisnis semikonduktor mengalami penurunan pendapatan kuartal-ke-kuartal (QoQ) meskipun ada pengiriman memori yang solid, terutama karena gangguan produksi di pabrik Austin, dan tren penurunan harga NAND, sementara biaya awal peningkatan jalur baru terkait dengan migrasi node lanjutan juga membebani hasil, kata Samsung dalam pernyataan resminya, dikutip Jumat.

Keuntungan dari bisnis panel display turun kuartal ke kuartal karena musim produk seluler yang lemah.

Penghasilan di Bisnis Komunikasi Seluler meningkat secara signifikan karena penjualan smartphone andalan dan pasar massal meningkat dan kontribusi produk di ekosistem perangkat seperti tablet, PC, dan perangkat yang dapat dikenakan (wearable) tumbuh.

Bisnis network (jaringan) mempertahankan kinerja yang solid di belakang ekspansi 5G yang berkelanjutan secara global.

Divisi elektronik konsumennya melaporkan laba yang lebih tinggi baik kuartal-ke-kuartal dan tahun-ke-tahun karena permintaan tetap kuat untuk peralatan digital dan TV premium.

Baca juga: Produksi iPad dan MacBook tertunda karena krisis pasokan hantam Apple

Pada kuartal kedua, pendapatan di bisnis semikonduktor diharapkan meningkat karena kondisi pasar memori membaik di balik permintaan server yang kuat. Bisnis pengecoran semikonduktor telah memulai kembali produksi penuh di pabrik Austin, sementara Bisnis LSI (large scale integration) Sistem diperkirakan akan terus terkena dampak dari gangguan pengecoran kuartal sebelumnya.

Untuk display, penjualan panel seluler cenderung menurun karena musim yang lemah untuk telepon seluler dan efek dari kekurangan beberapa komponen.

Bisnis komunikasi seluler bersiap untuk melihat penurunan pendapatan dan laba karena penjualan ponsel pintar andalannya turun dan beberapa komponen mengalami masalah pasokan.

Samsung berencana untuk meminimalkan dampak dari komponen dengan memanfaatkan kapabilitas global supply chain management (SCM). Divisi elektronik konsumen akan fokus untuk meningkatkan penjualan produk baru seperti model Neo QLED dan memperluas penjualan jajaran Bespoke.

Untuk paruh kedua, kondisi pasar diharapkan membaik untuk bisnis komponen dengan Samsung akan terus memperluas kepemimpinan produk dan teknologi. Di bidang smartphone dan elektronik konsumen, perusahaan ini akan fokus untuk memperkuat kepemimpinan kategori premium.

Namun, risiko ekonomi makro global, termasuk ketidakpastian atas permintaan terkait COVID-19, kemungkinan akan tetap ada.

Bisnis memori diharapkan untuk melihat permintaan yang kuat untuk server dan produk seluler dan Samsung akan mempercepat migrasi ke DRAM 15-nano dan 128-lapisan V-NAND generasi ke-6 serta memperluas penerapan proses litografi ultraviolet ekstrim (EUV).

Baca juga: Penjualan Galaxy S21 diprediksi tembus 2,4 juta unit

Baca juga: Samsung andalkan Galaxy S21 dongkrak penjualan ponsel

Baca juga: Penjualan Samsung diprediksi tidak sampai 300 juta ponsel tahun ini