Labfor Polda Jateng olah TKP ledakan di Banyumas

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Kepolisian Daerah Jawa Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ledakan di rumah Sajam, warga Grumbul Leler RT 04 RW 01, Desa Randegan, Kabupaten Banyumas, Rabu.

Tim Labfor Polda Jateng yang dibantu Tim Inafis Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas dan Gegana Brimob Polda Jateng tampak menyisir rumah Sajam guna melakukan identifikasi dan mengumpulkan barang bukti.

Saat dikonfirmasi wartawan, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas Komisaris Polisi Agus Supriadi mengatakan bahwa Tim Labfor Polda Jateng sedang melakukan olah TKP tahap kedua.

"Lengkapnya nanti saja sama Pak Kapolresta," katanya sambil berjalan menuju rumah Sajam.

Sementara itu, Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Edy Suranta Sitepu yang tiba di TKP sekitar pukul 11.50 WIB langsung masuk ke dalam rumah Sajam.

Setelah cukup lama berada di dalam rumah itu, Kapolresta keluar. Namun saat hendak dikonfirmasi wartawan, dia belum bersedia memberikan pernyataan.

"Nanti, ya, tunggu dari Labfor," kata Kombes Pol. Edy.

Seperti diwartakan, insiden ledakan yang terjadi pada hari Selasa (14/6) pukul 17.30 WIB mengakibatkan seorang warga atas nama Ahmad Gustomo (28) meninggal dunia. Korban merupakan anak dari Sajam.

Berdasarkan olah TKP yang dilakukan pada Selasa (14/6) malam, Tim Gegana Brimob Polda Jateng dan Inafis Polresta Banyumas menemukan bahan pembuat obat petasan.

Selain itu, di sekitar lokasi korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia banyak terdapat puntung rokok.

Dengan demikian, polisi menduga ledakan itu terjadi karena korban saat meracik obat petasan sambil merokok.

"Itu dugaan sementara, masih kami dalami," kata Kapolresta di lokasi kejadian, Selasa (14/6) malam.

Baca juga: Seorang meninggal dunia akibat ledakan di Banyumas

Baca juga: Polisi temukan bahan peledak saat olah TKP ledakan di Banyumas

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel