Labuan Bajo jadi kota pertama di NTT yang akan miliki jaringan 5G

·Bacaan 2 menit

PT. Telkom Indonesia menyatakan Labuan Bajo, Manggarai Barat, akan menjadi kota pertama di Nusa Tenggara Timur yang akan menikmati jaringan 5G.

Sinergy Project Leader Telkom Indonesia Kuncoro Wastuwibowo kepada wartawan di Kupang, Kamis mengatakan dipilihnya Labuan Bajo menjadi kota pertama di NTT karena merupakan daerah Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

"Sama juga dengan daerah DPSP lain di Indonesia seperti Borobudur, Danau Toba, Likupang, Labuan Bajo dan Mandalika," katanya usai menghadiri acara Road To Kilau Digital Permata Flobamora.

Pelaksanaan Road To Kilau Digital Permata Flobamora di Kupang merupakan rangkaian kegiatan menuju Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang untuk NTT puncaknya akan dilakukan di Labuan Bajo, Manggarai Barat pada 18 Juni 2021 mendatang.

Namun, pemasangan jaringan 5G ini memasuki tahap dua setelah sejumlah daerah Industri di Indonesia sudah terpasang jaringan 5G tersebut.

Di samping itu juga pemasangan jaringan 5G di Labuan Bajo menunggu hasil pemeriksaan jaringan di daerah itu siap dan masyarakat juga sudah siap menyambut jaringan tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa pemasangan jaringan 5G ini tidak diterapkan di semua provinsi di Indonesia.Tetapi hanya akan dipasang di sejumlah kota Industri di Indonesia

Kota-Kota Industri itu seperti Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya serta kawasan industri manufaktur. Sejumlah daerah itu adalah tahap pertama.

'Nah tahap dua itu di DPSP seperti yang saya sebutkan tadi. Tahun ini sudah akan dipasang," tambah dia.

Lebih lanjut, keberadaan jaringan 5G ini juga akan mendukung produk-produk UMKM di Indonesia untuk go internasional. Dan pemasangan jaringan ini hanya khusus untuk jaringan internet of things untuk pertanian, untuk komersialisasi expo untuk UMKM.

Sementara itu Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Phillips Gobang menilai bahwa keberadaan jaringan 5G ini tentu saja akan membantu meningkatkan produksi UMKM di Indonesia khususnya di NTT.

"Ya untuk sekarang kita sedang fokus untuk pemasangan jaringan BTS 4G di sejumlah daerah yang belum memiliki jaringan tersebut. Tetapi pada dasarnya hal ini juga pemasangan jaringan 5G akan mendukung para pelaku UMKM kita untuk berani berkreasi," tambah dia.