Lacak Kekayaan dan Lengkapi Berkas Indra Kenz, Polisi Gandeng Bank dan Ahli ITE

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi masih melengkapi berkas tersangka kasus dugaan judi online, penyebaran hoaks, penipuan hingga TPPU melalui aplikasi Binary Options atau Binomo, Indra Kesuma atau Indra Kenz. Polisi menggandeng ahli ITE dan akutansi untuk melengkapi berkas Indra Kenz.

"Pada hari Selasa 10 Mei 2022 penyidik masih melakukan pemenuhan berkas perkara atau P19 terhadap tersangka IK, dengan melakukan koordinasi bersama ahli akuntansi dari STAN, kemudian Ahli ITE dari universitas Brawijaya Malang," kata Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Rabu (11/5).

Gatot mengatakan, koordinasi dilakukan polisi tak hanya dengan ahli ITE dan keuangan. Polisi juga menggandeng pihak Bank untuk melacak harta kekayaan Indra Kenz.

"Kemudian berkoordinasi dengan pihak bank terkait harta kekayaan dan melakukan penyitaan dokumen," ujar dia.

Aset Kripto Rp35 M Milik Indra Kenz Segera Disita

Bareskrim Polri sebelumnya akan menyita aset digital atau kripto milik tersangka Indra Kesuma alias Indra Kenz. Aset senilai Rp35 miliar itu memakai nama sang adik, Nathania Kesuma.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan, mengatakan aset itu tersimpan di Indodax.

"Yang di Indodax iya akan kita sita," ujar Whisnu saat dikonfirmasi, Jumat (22/4).

Sedangkan untuk aset-aset Indra Kenz lainnya yang berada di luar negeri, masih ditelusuri penyidik.

"Untuk yang di luar negeri kita belum dapat," ujar dia.

Sebelumnya, Dittipideksus Bareskrim Polri telah mengungkap peran Adik Indra Kenz, Nathania Kesuma yang ternyata ikut menerima uang sebesar Rp 9,4 miliar dari Indra Kenz dalam kasus dugaan investasi ilegal aplikasi Binomo.

"Tersangka Nathania Kesuma menerima aliran dana dari tersangka Indra Kesuma sebesar Rp 9.443.436.055," ujar Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan saat dimintai konfirmasi, Kamis (21/4).

Selain menerima uang, nama Nathania Kesuma juga digunakan Indra Kenz untuk membeli sebuah rumah di Medan dimana telah disita penyidik

"Tersangka Indra Kesuma membeli sebuah rumah di Medan yang di atas namakan tersangka Nathania Kesuma," tuturnya.

Hingga membuat akun kripto atau aset digital di Indodax dengan nilai Rp35 miliar memakai nama Nathania yang juga telah disita penyidik.

"Tersangka Indra Kesuma membuat akun kripto di Indodax dengan tersangka Nathania Kesuma dan terdapat aset kripto sekitar Rp 35.000.000.000 dari tersangka Indra Kesuma," sambung Whisnu.

Atas perbuatannya itu, Nathania Kesuma dipersangkakan dengan Pasal 5 dan/atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Sebelumnya, Adik Indra Kesuma alias Indra Kenz, Nathania Kesuma akhirnya ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan investasi ilegal binary option aplikasi Binomo

"Iya, sudah ditahan," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi, Kamis (21/4).

Penahan dilakukan usai Nathania menuntaskan pemeriksaan oleh penyidik Bareskrim Polri sejak pukul 11.30 Wib Rabu (20/4) kemarin untuk kemudian ditahan selama 20 hari kedepan atau 10 Mei.

Adik Indra Kenz ini menyusul Vanessa Khong, dan ayahnya, Rudiyanto Pei yang juga sebelumnya juga sudah ditahan di rutan Bareskrim sejak beberapa hari lalu.

Sementara dalam kasus ini, Indra Kenz dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.Sebagaimana disangkakan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 27 ayat 2 dan/atau Pasal 45 A ayat (1) jo Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 3, Pasal 5, serta Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel