Laga Atalanta Vs Valencia Dituding Jadi Sumber Utama Penyebaran Corona Covid-19 di Italia

Liputan6.com, Valencia - Laga Atalanta kontra Valencia di ajang Liga Champions bulan lalu, dianggap sebagai sumber penyebaran virus Corona Covid-19 terbesar di Italia.

Menurut sebuah laporan di Cadena Ser, seperti dilansir Football Espana, Minggu (22/3/2020), pertandingan yang digelar di Milan tersebut, sekarang dianggap sebagai sumber utama penyebaran massal virus Corona di wilayah Lombardy utara negara itu.

Pada hari Sabtu, pemerintah Italia mengkonfirmasi bahwa 793 kematian akibat virus telah terjadi dalam periode 24 jam. Negara ini sekarang mencatat angka 4.825 kematian dan 53.578 positif setelah mendeteksi 4.821 kasus baru.

Sebuah pernyataan dari Valencia pada 16 Maret mengkonfirmasi 35 persen dari skuat mereka telah dinyatakan positif, setelah mereka bermain pada 19 Februari di daerah yang kemudian oleh otoritas Italia dikonfirmasi berisiko tinggi.

Bergamo, kota tempat Atalanta berasal, adalah yang paling parah terkena dampak virus Corona di negara ini. Dan 546 kematian yang diumumkan pada hari Sabtu berasal dari wilayah Lombardy.

Masa Karantina

Penyerang Barcelona, Ansu Fati, berusaha melewati bek Valencia, Ezequiel Garay, pada laga La Liga di Stadion Camp Nou, Sabtu (14/9). Barcelona menang 5-2 atas Valencia. (AP/Joan Monfort)

Pemain Valencia Ezequiel Garay, Jose Gaya dan Eliaquim Mangala adalah di antara mereka yang dinyatakan positif virus dan sekarang dalam masa karantina.

Pengidap terbaru Covid-19 dari klub tersebut adalah dokter tim Juan Aliaga dan Paco Camarasa.

Paling Rasakan Dampak

Para pemain Valencia merayakan gol yang dicetak oleh Ezequiel Garay ke gawang Real Madrid pada laga La Liga 2019 di Stadion Mestalla, Rabu (3/4). Valencia menang 2-1 atas Real Madrid. (AP/Alberto Saiz)

Seperti telah diberitakan, Valencia menjadi klub sepak bola yang paling merasakan dampak pandemi virus Corona. Jumlah staf klub yang positif mengidap Covid-19 meningkat menyusul keluarnya hasil tes.

Dalam pengumuman resminya, sekitar 35 persen dari anggota rombongan yang pergi ke Milan untuk menghadapi Atalanta pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions bulan lalu, positif virus Corona.