Laga Ekshibisi Legenda Arema dan Persebaya di Kanjuruhan Mengalahkan Kompetisi Resmi

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Malang - Kompetisi Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020 dinyatakan harus diundur hingga awal 2021. Surat keputusan tersebut telah diekluarkan oleh PSSI. Namun, bukan berarti tidak ada aktivitas sepak bola, di mana sebuah laga ekshibisi berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (30/10/2020), di mana mantan pemain Arema yang tergabung bersama tim SDF Indonesia melawan tim yang dibela legenda Persebaya Surabaya.

Satu hal yang menarik, laga ini bisa dibilang mampu mengalahkan kompetisi resmi di Indonesia. Mereka bisa bermain lepas ketika Shopee Liga 1 dan Liga 2020 yang merupakan kompetisi resmi justru tidak bisa bergulir karena tidak mendapatkan izin dari kepolisian.

Mantan pemain seperti Kuncoro, Joko Susilo, Suroso, Sunardi, Agus Pur Hilal Lahji, Agus Yuwono, dan Siswantoro menjadi wakil perwakilan Arema. Sementara untuk Persebaya, ada Jacksen Tiago, Yusuf Ekodono, hingga Anang Ma'ruf.

Menariknya, jika laga sebenarnya antara Arema FC kontra Persebaya selalu berlangsung sengit dan panas, dalam laga ini jauh dari kata rivalitas yang selama ini melekat. Para mantan pemain yang mayoritas menjadi pelatih itu bermain dengan santai.

Canda tawa beberapa di antaranya terdengar di dalam maupun di luar lapangan. Kedua sosok yang didapuk menjadi pelatih untuk masing-masing tim juga beberapa kali bercanda, yaitu Agus Yuwono di tim SDF Indonesia, dan Subangkit di tim Legenda Persebaya. Agus sesekali berteriak agar Subangkit menghilangkan wajah serius yang selama ini menjadi ciri khasnya.

"Ini menjadi refreshing kami. Kompetisi sudah ditunggu banyak orang, tapi ternyata juga tidak berjalan. Pertandingan ini juga menjadi ajang silaturahmi. Bukan sekadar bermain bola atau ngobrol formal. Tapi, lebih banyak bercanda dan saling mengejek. Namun, tidak ada yang emosi di sini," ujar Agus Yuwono.

Kehadiran mantan pemain Persebaya asal Brasil, Jacksen Tiago, juga membuat suasana pertandingan menjadi lebih cair. Semasa bermain, Jacksen menjadi striker andalan Persebaya dan sering menjadi incaran tekel pemain Arema. Namun, kini dengan postur yang tambun, Jacksen hanya bisa bermain simpel di lapangan.

"Kalau teman-teman dari Surabaya bermain di sekitar Jawa Timur, saya pasti datang. Apalagi bertemu teman-teman mantan pemain Arema. Kami semua bersahabat," ujar Jacksen Tiago yang kini menjadi pelatih kepala Persipura Jayapura.

Tentu cerita di Stadion Kanjuruhan ini berbeda jika mereka bertemu di pertandingan resmi sekitar 25 tahun yang lalu. Duel keras tersaji dibumbui dengan rivalitas suporter dari kedua tim, baik Aremania dan Bonek. Jadi saat itu, pemain di lapangan sama-sama menjaga gengsi demi sebuah kemenangan.

"Masa-masa itu sudah berlalu. Sekarang waktunya silaturahmi, menikmati main bareng. Rasanya justru tidak lelah kalau menikmati seperti ini," ujar mantan bek Arema, Siswantoro.

Misi Perdamaian SDF Indonesia

Legenda Arema, Kuncoro, mengawal bola saat laga persahabatan melawan legenda Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (30/10/2020). (Bola.com/Iwan Setiawan)
Legenda Arema, Kuncoro, mengawal bola saat laga persahabatan melawan legenda Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (30/10/2020). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Mantan pemain Arema tampil membela SDF Indonesia dalam laga menghadapi legenda Persebaya Surabaya itu. Ternyata, SDF Indonesia merupakan sebuah komunitas dengan nama lain Sobat DF. Selain sepak bola, ada komunitas penggemar bulutangkis hingga mereka yang memiliki hobi bermain burung. Khusus di Malang, mayoritas mantan pemain Arema bergabung di dalam tim sepak bola itu.

Pemilik SDF Indonesia, Dhika Ferdian, mengakui jika soal sepak bola, dia ingin berolahraga bersama para mantan pemain. Khusus di Malang, latihan rutin dilakukan dalam delapan bulan terakhir.

"Namun, di kota-kota lain, juga sudah ada SDF Indonesia dengan mantan pemain profesional setempat yang ada di daerah tersebut. Misinya, saya pribadi tidak mencari apa pun, hanya ingin bermain sepak bola bersama para senior. Kebetulan dulu saya sempat bermain di Petrokimia Gresik," ujarnya.

Melalui SDF Indonesia, Dhika juga ingin memperkuat tali silaturahmi antarmantan pemain, karena banyak mantan pemain profesional yang nasibnya kurang beruntung setelah pensiun. Dengan wadah bermain sepak bola bersama, bisa jadi ada dampak positif untuk jenjang karier sebagai pelatih atau hal positif lainnya.

"Selain silaturahmi, tentu ingin kampanye mengenai perdamaian lewat sepak bola, misalnya persahabatan melawan Persebaya Surabaya kemarin. Selama ini rivalitasnya tinggi di kalangan suporter. Pertandingan persahabatan ini memperlihatkan jika sesama mantan pemain punya hubungan baik, masa suporternya tidak bisa seperti itu," ujar Dhika.

Namun, laga persahabatan ini juga tetap menerapkan protokol kesehatan, termasuk pertandingan digelar secara tertutup. Hanya segelintir keluarga pemain yang duduk di tribune.

"Satu cara untuk menangkal virus adalah harus tetap berolahraga, seperti sepak bola. Namun, kami tetap menjaga protokol kesehatan. Kalau suhu tubuh di atas 37, ya tidak boleh bermain," tegas Dhika.

Sebelum menggelar laga persahabatan degnan legenda Persebaya, SDF Indonesia juga sempat bertandang ke Bali pada akhir pekan lalu. Mereka bermain bersama deretan mantan pemain asing yang pernah merumput di Indonesia, seperti Emile Mbamba (Kamerun), Jamie Rojas (Chile), Antonia Teles (Brasil), pemain naturalisasi Bio Paulin, dan beberapa nama lainnya.

Video