Lagi, Cuitan Elon Musk Bikin Harga Dogecoin Menguat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Harga dogecoin melonjak pada perdagangan Kamis pagi, (20/5/2021) setelah CEO Tesla Elon Musk menyebutkan mata uang digital itu di Twitter.

Hal itu menambah lagi bab lain dalam sejarah mata uang kripto yang bergejolak. Harga dogecoin naik 16 persen menjadi 42 sen, beberapa jam setelah cuitan Elon Musk. "Berapa doge di jendela itu," cuitan Musk di Twitter, dilansir dari CNBC, Kamis (20/5/2021).

Ia mengunggah dengan gambar anjing Shiba Inu dari meme doge. Harga dogecoin menguat setelah gerak mata uang yang bermula dari lelucon itu fluktuaktif pada perdagangan Rabu, 19 Mei 2021. Pada saat itu, bitcoin, ether dan dogecoin turun tajam. Namun, mata uang kripto itu kembali naik pada Rabu malam sehingga mengikis kerugian.

Mengutip yahoo finance, pengetatan pemakaian uang kripto di China dinilai menjadi katalis yang mendorong uang kripto anjlok. Hal itu seiring bank sentral China juga mengeluarkan pernyataan untuk lembaga keuangan tidak menerima atau bersepakat yang terkait mata uang kripto.

Sebelumnya, Elon Musk mengunggah tentang dogecoin menuturkan kalau dia bekerja dengan pengembang untuk meningkatkan mata uang kripto dogecoin. Ia juga menyebutkan uang kripto sebagai hiruk pikuk di Saturday Night Live.

Namun, harga uang kripto berada di bawah tekanan sejak Musk mengatakan Tesla berencana tidak memakai bitcoin sebagai alat pembayaran pada pekan lalu. Ia mengutip dampak lingkungan dari penambangan bitcoin sebagai alasan mengubah arahan yang tidak terduga.

Miliarder itu mengatakan masih percaya pada uang kripto tetapi khawatir tentang pemakaian energi bitcoin. Berdasarkan Universitas Cambridge, penambangan bitcoin menyumbang 0,7 persen dari konsumsi listrik dunia.

"Untuk memperjelas, saya sangat percaya pada kripto, tetapi tidak dapat mendorong peningkatan besar-besaran dalam pemakaian bahan bakar fosil terutama batu bara," tulis Musk di Twitter.

Elon Musk prihatin tentang peningkatan pesat penggunaan bahan bakar fosil untuk penambangan dan transaksi bitcoin terutama setelah batu bara memiliki emisi terburuk dari bahan bakar apapun.

Mata Uang Kripto Anjlok pada Rabu, 19 Mei 2021

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Pada Rabu, 19 Mei 2021, bitcoin turun ke posisi terendah USD 32.000. Sementara itu, Ethereum, uang kripto terbesar kedua di dunia juga turun sebanyak 30 persen selama sesi tersebut.

Penyedia data CoinMarketCap.com mengungkapkan, nilai pasar mata uang kripto telah turun 20 persen selama 24 jam. Penurunan tersebut menghapus sekitar USD 350 miliar atau sekitar Rp 5.029 triliun (asumsi kurs Rp 14.369 per dolar AS) dari nilai pasar.

Aksi jual pada Rabu, 19 Mei 2021 juga kembali menyoroti volatilitas yang menjadi ciri pasar mata uang kripto. Berbeda dengan koreksi sebelumnya, analis menuturkan kemerosotan pekan ini memiliki lebih banyak konsekuensi bagi sistem keuangan arus utama dan perusahaan tradisional.

Beberapa institusi telah investasi miliaran dolar ke mata uang kripto termasuk MicroStrategy (MSTR), PayPal dan Goldman Sachs juga mulai tangani aset klien

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini