Lagi-Lagi Benzema !

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Real Madrid kembali ke jalur yang benar untuk mempertahankan gelar La Liga pada musim ini. Sempat terseok-seok di awal musim, Los Blancos kini berada di urutan kedua papan klasemen sementara.

Pasukan Zinedine Zidane yang mengemas 29 poin hanya terpaut selisih gol dari tim sekota, Atletico Madrid yang menempati posisi pertama. Sementara Barcelona yang selama ini mennadi rival abadi Los Blancos masih tertinggal di posisi 5 dengan 21 poin meski menyisakan laga lebih banyak.

Real Madrid melesat setelah meraih empat kemenangan beruntun, termasuk saat mengalahkan tuan rumah Eibar 3-1 pada laga yang berlangsung di Municipal de Ipurúa, Minggu (20/12/2020). Sementara tiga kemenangan lainnya diraih atas Sevilla (1-0), Atletico Madrid (2-0), dan Athletic Bilbao (3-1).

Di balik kebangkitan Real Madrid belakangan ini, sosok Karim Benzema semakin mencuri perhatian. Penampilan penyerang berusia 33 tahun itu belakangan telah memberi angin segar bagi Los Blancos.

Dalam dua laga beruntun, Benzema berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Bahkan saat Real Madrid bertemu Eibar, striker asal Prancis itu hanya 'seorang diri' mengalahkan tim tuan rumah. Selain menyumbang gol pembuka, Benzema merupakan kreator bagi gol Luca Modric dan Lucas Vazquez.

Ini merupakan kali ke-30 Benzema mampu mencetak gol dan asisst dalam satu pertandingan. Di abad 21, hanya Cristiano Ronaldo (44 kali) yang melewati pencampaian Benzema bersama Los Blancos.

Dua gol dari Benzema juga mengalir saat Real Madrid mengalahkan Athletic Bilbao pada laga sebelumnya sekaligus mendekatkannya ke pucak daftar top scorer La Liga musim ini. Seperti dilansir dari situs resmi La Liga, Benzema kini berada di urutan kedua dengan koleksi 7 gol dari 12 laga.

Pemain Fenomenal

Penyerang Real Madrid, Karim Benzema dan gelandang Eibar, Edu Exposito berebut bola pada laga lanjutan Liga Spanyol di Stadion Ipurua, Senin dinihari WIB (21/12/2020). Benzema menjadi pahlawan dalam kemenangan Madrid karena menciptakan satu gol dan dua assist di laga tersebut. (AP/Alvaro Barrientos)
Penyerang Real Madrid, Karim Benzema dan gelandang Eibar, Edu Exposito berebut bola pada laga lanjutan Liga Spanyol di Stadion Ipurua, Senin dinihari WIB (21/12/2020). Benzema menjadi pahlawan dalam kemenangan Madrid karena menciptakan satu gol dan dua assist di laga tersebut. (AP/Alvaro Barrientos)

Benzema juga sebelumnya mencuri perhatian saat Real Madrid menghadapi laga hidup mati melawan Borussia Monchengladabach pada babak penyisihan grup B Liga Champions 2020. Los Blancos yang terancam tersingkir berhasil menang 2-0 berkat gol yang dipersembahkan oleh Karim Benzema.

"Dia fenomenal, tapi bukan hanya dalam hal mencetak gol saja," kata Zidane saat jumpa pers usai pertandingan melawan Eibar seperti dilansir dari AS. "Itu bukan sekedar gol, tapi permainan. Ini sebuah kejelasan bagi permainan dan itu penting bagi tim kami," beber Zizou menambahkan.

Jalan Berliku Benzema

Pemain Real Madrid, Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo merayakan gol saat melawan Malaga pada lanjutan La Liga Santander di Santiago Bernabeu stadium, Madrid, (25/11/2017). Madrid menang 3-2. (AP/Francisco Seco)
Pemain Real Madrid, Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo merayakan gol saat melawan Malaga pada lanjutan La Liga Santander di Santiago Bernabeu stadium, Madrid, (25/11/2017). Madrid menang 3-2. (AP/Francisco Seco)

Benzema telah memperkuat Real Madrid sejak 2009 lalu. Pemain kelahiran Lyon, 19 Desember 1987 tersebut diboyong dari Olympique Lyonnais dengan nilai transfer sebesar 35 juta euro.

Tidak mudah bagi Benzema menjaga reputasinya sebagai mesin gol saat pertama-tama bergabung dengan Real Madrid. Sebab, meski berposisi sebagai penyerang nomor 9, Benzema tidak bisa egois di depan gawang lawan. Sebaliknya, dia dituntut untuk berbagi dengan megabintang Cristiano Ronaldo.

Seperti dilansir dari sportbible, perannya lebih banyak sebagai penyuplai bola bagi CR7. Statistik mencatat, dari 450 gol Ronaldo selama di Real Madrid, 47 di antaranya berasal dari sodoran Benzema.

Benzema menyadari hal ini. "Bersama Ronaldo saya mengubah gaya permainanku. Saya bermain untuk dia," katanya. "Saya punya seseorang yang mencetak gol dua kali atau tiga kali lipat dariku, saya harus beradaptasi dengan itu. Saya pikir itu tidak akan mempengaruhiku, saya hanya perlu mengubah cara bermainku dan lebih sering mengumpan bola kepadanya (Ronaldo)," beber Benzema.

"Saya menepikan keinginanku mencetak gol," sambung Benzema.

Sinar Benzema pun meredup. Situasi bertambah runyam manakala suporter Los Blancos mulai menganggapnya sebagai beban klub yang perlu 'dibuang' setiap bursa transfer pemain tiba.

Namun bukan Bezema yang pindah. Pada tahun 2018 lalu, justru Ronaldo yang hengkang. Pemain asal Portugal itu meninggalkan Santiago Bernabeu dan memilih memperkuat tim Serie A, Juventus.

Dan sejak kepergian Ronaldo, Benzema perlahan-lahan menemukan kembali bentuk permainannya. Statistik mencatat dari 109 laga terakhir di liga domestik, Benzema hanya lima kali tanpa gol.

Benzema kini sudah mencetak total 259 gol dari 529 pertandingan bersama Real Madrid. Tidak hanya itu, pengalamannya sebagai 'pelayan' Ronaldo belakangan membantunya untuk tampil lebih baik lagi.

Lalu apa yang menjadi kunci sukses Benzema di Real Madrid?

Kunci Sukses Benzema

Seperti dilansir dari Sportskeeda, mental yang kuat menjadi salah satu senjata Benzema bertahan lebih dari satu dekade di Real Madrid. Selain itu, kemampuannya beradaptasi dengan strategi dan skema bermain yang diusung pelatih-pelatih yang menangani Los Blancos membuat posisinya tetap aman. Sebagai penyerang murni, Benzema ternyata tidak canggung saat mendapat peran lain.

Di luar itu, Benzema juga sukses melewati masalah-masalah non teknis termasuk bahasa dan kebugarannya.

Torehan gol Benzema sebenarnya tidak terlalu baik di bawah Zidane. Pada musim 2016/17 dan 2017/18, Benzema bahkan tidak mampu menyentuh 20 gol. Angka ini baru meningkat fantastis pada musim berikutnya di bawah asuhan Julen Lopetegui dan Santiago Solar dengan koleksi 31 gol.

Namun perlu diingat, perbedaan itu sebenarnya merupakan implikasi dari eksperimen taktis dan fleksibilitas Zidane terhadap para pemain depannya. Di bawah Zidane, Benzema telah didorong untuk bermain lebih dalam dan melebar. Karena itu, kontribusinya tidak melulu diukur dari jumlah gol saja.

"Dia tidak murni pemain nomor 9, hanya memikirkan gol," kata Zidane. "Itu yang membuat saya suka, dia tidak hanya memikirkan itu di kepalanya. Dia terhubung dengan yang lain dan mengumpan kepada temannya. Ini yang saya suka dari sepak bola dan dia memiliki keduanya," kata Zidane memuji penampilan Benzema usai mencetak dua gol saat Real Madrid menang 3-1 atas Athletic Bilbao.

Saksikan juga video menarik di bawah ini