Lagi-lagi TNI AU lakukan kekerasan pada wartawan

MERDEKA.COM, Sekali lagi tindak kekerasan dilakukan anggota TNI AU terhadap wartawan. Kali ini menimpa Kris Samiaji, pewarta foto salah satu harian di Palembang yang tengah melakukan liputan aksi penutupan jalan oleh warga di Palembang, Rabu.

Kronologi kejadian dimulai pada aksi penutupan jalan oleh warga sengketa lahan dengan pihak TNI-AU di Jalan Letjen Harun Sohar Palembang sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (21/11). Saat itu warga yang emosi membakar ban dan berteriak menuntut keadilan. Demikian dikutip antara.

Gelagat warga tersebut disambut dengan reaksi yang cukup keras dari aparat TNI AU dan Paskhas AU yang turun ke lapangan. Pewarta foto Kris Samiaji yang ada di lokasi sontak mengambil gambar kejadian tersebut.

Beberapa personel TNI AU melihat aksi Kris dan berupaya merebut kamera tipe Nikon D 300 yang digunakannya mengambil gambar.

Kris yang mempertahankan kamera tiba-tiba dipegangi dan dipukul di bagian kepala dan rusuk kanannya.

Beruntung, kamera Kris tidak jadi direbut dengan paksa karena personel TNI AU tersebut langsung meninggalkannya begitu saja.

Momen tersebut berhasil diabadikan pewarta foto lainnya Mushaful Iman yang juga berada di tempat kejadian.

Usai kejadian Kris dibawa rekannya ke Rumah Sakit terdekat untuk divisum, dikarenakan penanganan yang lambat Kris kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Dijumpai usai visum, Kris memberikan keterangan pers perihal kejadian yang baru dialami. Kris pun memaparkan hasil visum di kepala dan rusuknya yang menunjukkan adanya memar ringan.

"Hanya sedikit pusing dan sakit di bawah ketiak," ujar dia yang masih sempat tersenyum saat ditanyai sejumlah rekan wartawan.

Hasil visum dan kejadian kemudian dibawa ke Polsekta Sukarame Palembang, namun ditolak dan direkomendasikan untuk dilaporkan ke POM TNI AU.

Komandan Lanud Palembang Kolonel Adam Soeharto mengharapkan agar permasalah ini harus ditilik secara cermat. Dia meyakini tidak ada niatan dari aparatnya untuk melakukan hal tersebut.

"Saya mengharapkan, ketemu dengan rekan wartawan untuk mengevaluasi, dan ingin wartawan kasih komen tentang saya," ujar dia.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel Oktaf Riady sangat menyesalkan terjadinya peristiwa ini.

"Belum satu bulan sudah ada empat aksi kekerasan terhadap wartawan," keluhnya.

Sebelumnya kekerasan yang dilakukan TNI AU terjadi di Pekanbaru Riau saat wartawan meliput pesawat Hawk yang jatuh.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.