Lagi, Layanan Signal Sempat Error karena Kebanjiran Pengguna Baru

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Aplikasi pesan Signal sempat mengalami gangguan pada pada Sabtu (16/1/2021).

Aplikasi Signal yang jumlah unduhannya meningkat tajam dalam seminggu terakhir ini sebelumnya sempat mengalami hambatan teknis karena banyaknya pengguna baru yang bergabung.

Menurut Signal, tingginya angka unduhan atas aplikasinya membuat sebagian pengguna mengalami gangguan saat tengah chatting.

"Sebagai efek samping yang tidak menguntungkan dari pemadaman ini, pengguna mungkin melihat adanya error dalam obrolan mereka. Ini tidak mempengaruhi keamanan obrolan kamu, tetapi kamu mungkin melewatkan pesan dari sebuah kontak," kata Signal dalam cuitannya.

Mengutip Reuters, Minggu (17/1/2021), Signal berjanji untuk memperbaiki masalah ini dalam pembaruan aplikasi selanjutnya.

Perbaikan Digulirkan di Update Berikutnya

Ilustrasi Signal. (Doc: Google Play Store)
Ilustrasi Signal. (Doc: Google Play Store)

"Pembaruan aplikasi Signal versi berikutnya akan memperbaiki masalah ini secara otomatis," kata pihak Signal.

Lebih lanjut Signal juga mengajak pengguna Android, ketika melihat adanya pesan yang tidak terenkripsi dengan baik bisa mengetuk menu di bagian kanan atas kemudian pilih "Reset Secure Session."

Sementara pada iOS, pengguna bisa mengetuk tombol "Reset Session" yang ada di bawah pesan yang tidak tersinkronisasi.

Sempat Bermasalah Sehari Sebelumnya

Ilustrasi Signal. (Liputan6.com/ Yuslianson)
Ilustrasi Signal. (Liputan6.com/ Yuslianson)

Sebelumnya, para pengguna aplikasi pesan Signal dilaporkan sempat mengalami kesulitan mengirimkan pesan mereka.

Perusahaan menyebut, hal ini kemungkinan karena adanya hambatan teknis yang dihadapi dan mempengaruhi kinerja aplikasi.

Signal memungkinkan pengguna untuk mengirim video, pesan, dan suara terenkripsi yang membuat aplikasi ini aman. Sayangnya, para pengguna kesulitan mengirimkan pesannya beberapa waktu lalu.

Mengutip laman The Verge, Sabtu (16/1/2021), Signal melalui akun Twitter memastikan pihaknya memperbaiki masalah sesegera mungkin.

"Signal mengalami kesulitan teknis. Kami tengah bekerja keras untuk mengembalikan layanan secepat mungkin," kata Signal dalam akun Twitternya.

Tentang Signal

Signal sendiri merupakan aplikasi yang tergabung dalam Signal Foundation, sebuah yayasan nirlaba di Silicon Valley, California AS.

Signal Foundation kini bertugas mengawasi aplikasi. Signal Foundation diluncurkan pada Februari 2018 salah satunya oleh Brian Acton yang juga merupakan pendiri WhatsApp, sebelum menjualnya ke Facebook.

Signal Foundation dibuat menggunakan uang pribadi dari Brian Action yang senilai USD 50 juta dan fokus pada aplikasi pesan yang privat dan aman.

(Tin/Isk)