Lagi musim meta Hypercarry di Mobile Legends, CW ungkap strategi penangkalnya

Verdi Hendrawan

Perkembangan dalam bermain Mobile Legends di level tertinggi terus meningkat dan memunculkan hal-hal baru yang bisa dijadikan most effective tactic available alias meta. Saat ini di turnamen Mobile Legends Professional League (MPL) Indonesia Season 5, setiap tim tengah ramai-ramai menggunakan meta Hypercarry.

Dalam pengertiannya sederhananya, Hypercarry ini membuat seorang pemain core yang menggunakan karakter Marksman atau Assassin diberikan keleluasaan oleh rekan-rekan setimnya untuk bisa mendapatkan gold sebanyak-banyaknya, baik melalui creep lawan dan netral di hutan serta mendapat dukungan dari dua pemain support yang menjaganya. Kondisi ini membuat sang hero core bisa kaya raya dan mencapai level 8-9 hanya dalam empat menit pertama.

Strategi ini kembali terjadi pada pertandingan antara ONIC Esports vs Geek Fam ID di pekan kelima MPL Season 5 pada Sabtu (7/3/2020). Pada dua game yang ada di pertandingan tersebut, ONIC menjadikan Calvin “CW” Winata yang selalu menggunakan hero Bruno sebagai Hypercarry mereka dan benar-benar sukses menjadi penentu kemenangan tim dengan skor 2-0.

Bahkan sepanjang pertandingan, total ia mendapatkan 14 kill dan 9 assist tanpa pernah sekali pun dijatuhkan lawan. Ia pun terlihat terlalu perkasa untuk bisa dijatuhkan karena unggul dalam hal item.



Setelah pertandingan CW mengakui bahwa dirinya dijadikan Hypercore oleh timnya. Di sisi lain, ia pun tak segan untuk mengungkapkan pendapatnya mengenai strategi penangkal dari meta Hypercore tersebut.

“Sekarang memang kebanyakan tim menggunakan meta Hypercarry. Kalau menurut saya, untuk mengalahkan meta Hypercarry ini adalah dengan menggunakan meta Hypercarry juga, jadi nanti di lategame bisa diadu. Seharusnya pemain dengan mekanik yang lebih baik akan menjadi pemenangnya,” ucap CW.

Sebelumnya, CW pun pernah bermain menjadi Hypercarry menggunakan hero Ling. Ia mengaku lebih senang ketika menggunakan hero tersebut, tetapi masalahnya akan sanga sulit bagi pemain support untuk bisa mengikuti pergerakan Ling yang bisa melompat dari satu tembok ke tembok lain dengan cepat.

BACA JUGA: EVOS Legends pemilik kill tertinggi, RRQ Hoshi jadi tim paling ganas. Kok bisa?