Lagi, Pengungsi Rohingya Kabur dari Penampungan di Riau

Merdeka.com - Merdeka.com - Untuk kedua kalinya, para pengungsi Rohingya di Pekanbaru Riau kabur dari penampungan. Kali ini, ada 8 orang pengungsi itu yang pergi tanpa kabar itu. Sebelumnya, para pengungsi ini dipindahkan dari Aceh ke Pekanbaru. Belum diketahui apa penyebab kaburnya mereka.

"Iya, laporang yang kita terima ada 8 orang lagi pengungsi Rohingya yang kabur dari pengungsian," ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Andri Setiawan, kepada merdeka.com, Kamis (2/6).

Andri menyampaikan, mereka kabur dari Wisma D'cop 2 Tangkerang Selatan, Kota Pekanbaru pada Rabu (1/6) dini hari. Lokasi itu merupakan fasilitas dari Kemenkum Ham.

"Sebelumnya ada juga kabur, jumlahnya 26 orang, tambah lagi yang sekarang 8 orang," jelas Andri.

Kepala Kesbangpol Pekanbaru Zulfahmi Adrian menyebutkan ada 34 pengungsi Rohingya kabur setelah sampai di Pekanbaru. Mereka meninggalkan wisma dengan cara memanjat tembok, lalu pergi bersama-sama.

"Total 34 orang pengungsi Rohingya kabur sampai saat ini. Mereka ini dari Bangladesh sudah melarikan diri, UNHCR menetapkan mereka sebagai pengungsi," terang Zulfahmi.

Sebenarnya, kata Zulfahmi, tujuan para pengungsi adalah Malaysia, tapi mereka terdampar di Indonesia. Lalu pemerintah membuat penampungan untuk mereka.

"Jadi awalnya mereka ini mau ke Malaysia, namun justru terdampar di Indonesia sehingga kita tangani dan disiapkan tempat. Sampai di Aceh, ditempatkan sementara. Jumlah awal ada 200 lebih di Aceh, tapi di sana mereka kabur ke Malaysia," ucapnya.

Dari Aceh, mereka dipindahkan ke Pekanbaru Riau dengan sisa jumlah 155 orang. Tapi begitu sampai Pekanbaru, jumlah mereka hanya hanya ada 119 orang.

"Mereka sudah kabur duluan sebelum sampai Pekanbaru. Kemudian, setelah sampai Pekanbaru, 3 hari berikutnya ada yang kabur 26 orang, alasan mereka mau ke Malaysia karena keluarga mereka banyak di Malaysia. Kemarin kabur lagi 8 orang," jelasnya. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel