Lagi, Perampok `Kelompok Lampung` Tewas Ditembak  

TEMPO.CO, Tangerang - Aparat Kepolisian Sektor Cikupa Kabupaten Tangerang menembak mati dua dari empat tersangka pelaku perampokan di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Rabu pagi, 10 April 2013. Dua tersangka, Erwin dan Aris, tewas di tempat dan dua lainnya, Faisal Effendi dan Hazoma, menyerahkan diri setelah sempat melawan petugas yang menyergapnya. »Mereka memang sudah lama diincar. Mereka ditembak karena melawan,” kata Kepala Polres Kota Tangerang, Komisaris Besar Bambang Priyo Andogo, hari ini.

Bambang mengatakan para tersangka merupakan bagian dari "Kelompok Lampung" yang kerap merampok toko. Mereka kerap menjarah toko elektronik, telepon seluler, hingga toko kelontong. (Baca: Polisi Bekuk Pencuri Motor `Kelompok Lampung`)

Menurut Kapolsek Cikupa Komisaris Brismen Daniel Simanjuntak, komplotan Erwin ini diketahui membobol dan mengurus toko ponsel di Jalan Raya Serang, Cikupa, beberapa waktu lalu. Sejak itu polisi mengintai mereka. Rabu tadi pagi pukul 4.00, kata Daniel, polisi mencurigai mobil Xenia berwarna hitam bernomor polisi palsu B 1917 NF yang terparkir di toko LG di Jalan Raya Serang Km 16,5, Cikupa. ”Saat itu empat pelaku sedang membobol toko LG dengan merusak rolling door,” ujarnya.

Polisi mengintai mereka dari jarak jauh sambil menunggu para pelaku memasukkan barang elektronik ke dalam mobilnya. Setelah barang-barang masuk ke dalam mobil, polisi langsung menyergap mereka.

Melihat polisi datang, para pelaku langsung buru-buru masuk ke dalam mobil dan tancap gas. Mereka menerobos polisi yang sudah mengepung mereka dari depan dan belakang. Namun, alih-alih menghentikan kendaraan, pelaku menabrak petugas yang mengepung mereka. Seorang polisi, Aiptu Ngadiyo, terjatuh dan mengalami luka lecet di bagian lengan. Kendaraan roda dua yang dikendarainya ringsek.

Menurut Daniel, polisi yang tidak mau melepas buruannya melepaskan tembakan ke arah ban mobil. Polisi melepaskan tembakan di sebelah kanan kendaraan yang digunakan para pelaku. Meski ban sebelah kena kempis, para pelaku tetap berusaha kabur. »Sempat terjadi kejar-kejaran antara polisi dan pelaku,” ujarnya.

Mobil berhenti, pelaku keluar dan berusaha lari sambil membawa golok. Polisi akhirnya melepaskan tembakan peringatan. Karena tidak digubris, akhirnya polisi melepaskan tembakan ke arah pelaku yang menyebabkan Erwin dan Aris tewas. Melihat kedua rekannya tersungkur, kata Daniel, Fasial dan Hazoma menyerah. Dari tangan pelaku polisi menyita satu unit mobil Xenia bernomor palsu B 1971 NF dan bernomor asli B 1718 IN, enam buah linggis, satu golok, empat kunci leter T, dua gembok, empat LCD merek LG, dan satu DVD LG. (Baca juga: Polisi Tembak Mati 3 Tersangka Perampok Toko Emas)

JONIANSYAH

Topik terhangat:

Partai Demokrat | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

Berita lainnya:

Tengok Cuitan Anas Urbaningrum Soal SMS

Mantan Pangdam IV: Komnas HAM Jangan Didengar

SBY: 1.000 Persen Ibu Ani Tak Terlibat Hambalang

Dirut MRT Irit Bicara, Ahok: Bagus Dong!

'SBY Tak Percaya Orang Lain Selain Dirinya Sendiri'

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.