Lagi, Polisi India Tangkap 6 Pemerkosa

TEMPO.CO, Amritsar--Polisi India mengumumkan menangkap enam tersangka kasus pemerkosaan baru terhadap penumpang bus Ahad 13 Januari 2013. Kasus ini terjadi empat pekan setelah India diguncang oleh tragedi pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Jyoti Singh Pandey, mahasiswi 23 tahun di dalam bus kota di ibu kota New Delhi.

Kasus terbaru terjadi di kota suci kaum Sikh, Amritsar. Seorang perempuan berusia 29 tahun menumpang sebuah bus menuju desa keluarganya di Negeri Bagian Punjab pada Jumat malam pekan lalu. Ia menjadi satu-satunya penumpang dalam bus tersebut. Ketika melewati desanya, bus justru tancap gas meski korban berteriak meminta tolong.

Korban kemudian dibawa ke kawasan terpencil dan diperkosa secara bergiliran semalam suntuk oleh supir, kondektur serta kelima teman mereka. Kemudian ia dibuang oleh tersangka di dekat rumah keluarga korban keesokan harinya. Korban langsung melaporkan kasus ini kepada kedua kakak iparnya.

"Kami masih memburu tersangka ketujuh. Adapun kondisi korban kini masih dalam perawatan medis," kata Raj Jeet Singh, pejabat kepolisian Kota Amritsar.

Terulangnya kasus pemerkosaan beramai-ramai menuai kritik dari banyak pihak. Salah satunya adalah Partap Singh Bajwa, politi Partai Kongres Amritsar. "Tragedi ini adalah murni kesalahan polisi karena tidak mengecek bus yang melewati jalan di malam hari," ujar Partap.

Sejak tragedi pemerkosaan brutal pada 16 Desember lalu, rakyat di seluruh India mendesak polisi agar lebih sensitif dan tegas saat menangani kejahatan seksual terhadap perempuan. Mereka juga mendesak aturan yang lebih keras terhadap kasus pemerkosaan serta perubahan radikal dari negara dalam memperlakukan perempuan.

"Ini merupakan masalah yang sudah berakar. Keadilan jender tidak pernah dibahas oleh India," tutur Seema Mustafa, kepala lembaga Pusat Analisis Kebijakan India dalam kesempatan terpisah.

AP | CHANNEL NEWS ASIA | SITA PLANASARI AQUADINI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.