Lagi, Rekaman Taylor Swift Dijual Tanpa Izin

Ichsan Suhendra
·Bacaan 1 menit

VIVATaylor Swift mengungkapkan kejadian yang kurang menyenangkan terkait karyanya. Rekaman masternya yang dimiliki Scooter Braun dijual tanpa diketahui oleh Taylor Swift.

“Ini adalah kedua kalinya musik saya dijual tanpa sepengetahuan saya,” kata Taylor Swift dalam pernyataannya yang dikutip dari deadline.

Taylor Swift mengaku Braun ingin Swift menandatangani perjanjian yang berisi tidak akan berbicara hal negatif soal Braun.

Baca juga: Penuh Makna Mendalam, Ini Lirik Lagu Exile Taylor Swift

Lalu Braun juga telah menjual rekaman itu ke perusahaan bernama Shamrock Holdings. Pihak Shamrock pernah menghubungi Swift terkait hal ini.

“Sesegera kami berkomunikasi dengan Shamrock, saya mengetahui bahwa di bawah perjanjian, Scooter Braun tetap mendapatkan keuntungan dari katalog musik lama saya selama bertahun-tahun mendatang,” ujar Taylor Swift.

Swift berharap bisa bekerjasama dengan Shamrock Holdings tapi tidak dengan Braun. Dalam surat itu, Swift berterimakasih kepada penggemar yang terus mendukungnya sampai saat ini.

“Aku sayang kalian dan aku akan terus melaju, seperti yang mereka katakan,” ujarnya.

Kabarnya Taylor Swift akan merekam ulang lagu-lagu lamanya. Hal itu karena berdasar kontrak dengan label awal yang menyatakan hak cipta berlaku selama 5 tahun.

Pada Juli 2019, Swift menyebut akuisisi Braun sebagai skenario terburuk. Pada November 2019, ketegangan antara Swift dan Braun meningkat setelah eksekutif dan kepala Grup Label Besar Scott Borchetta mendesak penyanyi itu untuk tidak merekam versi musik lamanya. Swift mengklaim bahwa mantan labelnya berhutang hampir US$ 8juta dalam bentuk royalti yang belum dibayar.

Baca juga: Ada 16 Lagu di Album Baru Taylor Swift, Apa Saja?

Perselisihan tersebut kemudian mengundang reaksi dari musisi ternama. Halsey dan Selena Gomez termasuk di antara mereka yang berpihak pada Swift sementara musisi termasuk Justin Bieber mendukung Braun.