Lagi, SpaceX Sukses Luncurkan 60 Satelit Internet Cepat Starlink ke Orbit

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - SpaceX kembali sukses meluncurkan sejumlah satelit Internet Starlink ke Orbit pada 24 Oktober 2020 waktu Amerika Serikat (AS) dengan roket Falcon 9.

Keberhasilan ini menandai pencapaian SpaceX yang telah sukses meluncurkan satelit Internet cepat Starlink ke orbit sebanyak 100 kali menggunakan roket besutannya.

Mengutip lama SpaceNews, Senin (26/10/2020), peluncuran dengan roket Falcon 9 dilakukan di Space Launch Complex 40 di Cape Canaveral Air Force Station.

Roket ini berisikan muatan sebanyak 60 satelit Starlink dan meluncur ke Orbit dalam waktu 63 menit setelah lepas landas.

Dengan demikian, sepanjang peluncuran satelit Starlink ke orbit, SpaceX telah meluncurkan 95 kali Falcon 9, tiga kali Falcon Heavy, dan dua kali Falcon 1.

Perjalanan peluncuran satelit Starlink tak melulu sukses, ada kalanya SpaceX gagal dalam misinya. Misalnya kegagalan peluncuran Falcon 1 dan Falcon 9 beberapa waktu lalu. Bahkan ada roket Falcon 9 yang sengaja dihancurkan pada 2016, ketika persiapan tes static-fire.

Peluncuran ini merupakan misi Starlink ketiga dalam kurun waktu dua minggu terakhir. Sebelumnya Falcon 9 sempat diluncurkan 6 dan 18 Oktober. Masing-masing membawa 60 Starlink ke orbit.

895 Satelit Starlink Telah Diluncurkan

Detik-detik peluncuran Roket SpaceX Falcon 9 di Kennedy Space Center,  Florida, AS pada Sabtu (30/5/2020). (Photo Credit: AFP/Gregg Newton)
Detik-detik peluncuran Roket SpaceX Falcon 9 di Kennedy Space Center, Florida, AS pada Sabtu (30/5/2020). (Photo Credit: AFP/Gregg Newton)

paceX secara keseluruhan sudah meluncurkan 895 satelit Starlink, di mana 55 di antaranya kembali karena mengalami deorbit.

Perusahaan roket milik Elon Musk ini menyebut, pihaknya telah mempromosikan keandalan internet cepat Starlink kepada FCC. Bahkan, SpaceX telah mengajukan pertemuan antara perusahaan dan FCC.

Kepada FCC, SpaceX melaporkan sudah ada 300 satelit yang sukses dioperasikan tanpa ada kegagalan. Kendati demikian, ada juga satelit yang gagal ketika diuji.

Menurut pengamat satelit, salah satu satelit yang diluncurkan pada 18 Oktober 2020, yakni Starlink-1819 tidak bisa naik ke orbit, menyusul 59 satelit lainnya. Berdasarkan pelacakan yang dilakukan, orbit satelit itu mengalami decaying dan menunjukkan malfungsi.

Perdebatan dengan Kompetitor

Roket Falcon 9 lepas landas dari Space Launch Complex 40 di Florida's Cape Canaveral Air Force Station, Amerika Serikat, Kamis (23/5/2019). Perusahaan penerbangan luar angkasa SpaceX meluncurkan 60 satelit Starlink ke orbit rendah Bumi. (Malcolm Denemark/Florida Today via AP)
Roket Falcon 9 lepas landas dari Space Launch Complex 40 di Florida's Cape Canaveral Air Force Station, Amerika Serikat, Kamis (23/5/2019). Perusahaan penerbangan luar angkasa SpaceX meluncurkan 60 satelit Starlink ke orbit rendah Bumi. (Malcolm Denemark/Florida Today via AP)

paceX dan kompetitornya memang telah memperdebatkan keandalan satelit Starlink dalam serangkaian pengajuan FCC sepanjang beberapa minggu terakhir.

Kompetitor SpaceX, Viasat, berpendapat, tingkat kegagalan Starlink jauh lebih tinggi ketimbang yang dijanjikan oleh SpaceX. SpaceX menjawab, hal ini sebagian terjadi karena perusahaan sengaja menggagalkan peluncuran 60 satelit Starlink yang diluncurkan Mei 2019.

Lonjakan peluncuran Starlink dalam beberapa minggu terakhir disebabkan karena dua misi Falcon 9 lainnya masih ditunda.

Misalnya, peluncuran Falcon 9 yang dijadwalkan pada 3 Oktober lalu belum dijadwalkan ulang serta adanya penyelidikan terkait masalah generator gas.

Pada gilirannya hal ini membuat NASA menunda peluncuran Falcon 9 membawa misi kru Crew-1 yang dijadwalkan pada 31 Oktober mendatang.

(Tin/Isk)