Lagi Tren di AS, Facial Medicals Bikin Wajah Glowing Cuma Rp10.000

·Bacaan 1 menit

VIVA – Banyak orang ragu melakukan perawatan di klinik karena biayanya dianggap terlalu mahal. Padahal tak semua klinik menawarkan perawatan dengan harga yang terjangkau, bahkan untuk kantong remaja.

Perawatan kulit kini dibutuhkan karena berada di rumah selama pandemi menimbulkan banyak masalah. Jerawat dan kulit kusam menjadi masalah yang paling sering dialami karena berada di rumah saja.

Menjawab hal ini, SKIN+ by Euromedica menghadirkan Trilogy 2.0 yang merupakan sebuah rangkaian treatment wajah lengkap dengan biaya terjangkau dan kualitas pelayanan premium.

Mengusung konsep terbaru medical facials yang telah menjadi tren di Amerika Serikat dan Eropa, Trilogy 2.0 terbukti dalam mengatasi, menyembuhkan dan merawat kulit wajah dari berbagai macam permasalahan kulit seperti jerawat, pigmentasi, dan bahkan penuaan.

Menurut dr. Motya Aldiarthi, medical facial merupakan perawatan dengan laser 2.0. Perawatan ini sangat terkenal di AS. Rangkaian perawatan dari pengangkatan sel kulit mati, pencerahan, peremajaan dan serum bisa didapat hanya dengan merogoh kocek Rp10 ribu saja.

Selain mengangkap sel kulit mati dan mencerahkan, medical facials juga ditambahkan serum. Inilah yang membedakannya dengan perawatan facial lainnya.

Untuk perawatan facial laser bisa dilakukan untuk usia 17 tahun ke atas. Sementara untuk remaja 13 tahun bisa melakukan facial biasa.

Program Ceban Deals untuk Medical Trilogy, di mana pengunjung hanya perlu membayar Rp10.000 menggunakan kartu debit untuk mendapatkan treatment tersebut berlaku pada pukul 11.00-13.00 WIB serentak di seluruh Klinik SKIN+. Kesembilan klinik SKIN+ dapat dijumpai di Central Park Mall, Ciputra Mall, Cinere Mall, Pluit Village, Pacific Place, Mall Kelapa Gading, Mall Artha Gading, Summarecon Mall Serpong, dan WTC.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel