Lagi, Warga Aceh Kibarkan Bendera Bulan Bintang

TEMPO.CO, Banda Aceh - Himbauan pemerintah untuk tidak mengibarkan dulu bendera bulan bintang di Aceh, tak didengar warga. Hari ini, Kamis 4 April, massa dari daerah kembali datang ke Banda Aceh, ibukota Provinsi Aceh, untuk pawai dan konvoi bendera yang masih berpolemik itu.

Amatan `Tempo`, massa yang masih berkelompok-kelompok dengan mengenderai sepeda motor dan mobil, terus berkeliling di jalan-jalan protokol Banda Aceh. Mereka membawa bendera dengan mengikat di kenderaan maupun memegangnya. Konsentrasi massa berpusat di Taman Ratu Safiatuddin dan Masjid Raya Baiturrahman.

Perkiraan massa sekitar seribuan lebih. "Kami ingin membuktikan bahwa bendera ini yang kami inginkan sebagai bendera Aceh," kata Lukman, peserta konvoi.

Menurutnya, massa nantinya akan melakukan aksi ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan seputaran Masjid Raya Baiturrahman. "Mungkin juga ke pendopo gubernur," ujarnya. Di pendopo, kantor DPRA dan kantor gubernur, polisi tampak berjaga-jaga.

Informasi yang didapat Tempo, Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi akan tiba di Aceh menjelang siang nanti. Dia akan mengadakan pertemuan dengan Gubernur, DPRA dan pejabat lainnya di Pendopo Gubernur guna membahas bendera dan lambang Aceh.

"Mungkin massa melakukan aksi karena ingin menunjukkan kepada Mendagri," kata Muhammad, warga Banda Aceh. Sebelumnya, Senin lalu, aksi yang sama juga dilukukan massa di Banda Aceh.

ADI WARSIDI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.