Lagu KILA diharapkan dapat dinyanyikan siswa di sekolah

Direktur Perfilman Musik dan Media Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Ahmad Mahendra berharap lagu-lagu hasil Kita Cinta Lagu Anak (KILA) dapat dinyanyikan siswa di sekolah.

“Jumlah peserta yang mengikuti kompetisi KILA ini sudah mencapai 7.001 peserta sejak 2020. Jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Mahendra dalam peringatan Hari Anak Nasional di Jakarta, Sabtu.

Lagu-lagu yang menang KILA tersebut juga sudah dibuatkan videoklipnya. Terdapat setidaknya delapan lagu yang bisa ditayangkan pada saat apel pagi di sekolah.

“Selain itu, harapan dari Ibu Franka Makarim agar lagu-lagu tersebut dapat dinyanyikan siswa di sekolah. Kami akan melatih guru-guru PAUD agar bisa menyanyikan lagu tersebut, sehingga bisa diajarkan di sekolah,” terang dia lagi.

Sekretaris Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Fitra Arda, mengatakan KILA tersebut bertujuan untuk menghidupkan ekosistem lagu anak.

“Ke depan, tentu saja perlu peran bapak dan ibu semua, serta komunitas untuk ikut bersama memberi ruang untuk bebas merdeka, agar anak-anak dapat menjadi dirinya sendiri,” terang Fitra.

Menurut Fitra, anak-anak perlu diberi ruang untuk dapat berkarya, serta tumbuh berkembang secara wajar dan mendapatkan perlindungan.

Program Kita Cinta Lagu Anak (KILA) berawal dari keprihatinan pada anak-anak Indonesia saat ini. Dari segi aktivitas, anak-anak saat ini lebih suka beraktivitas individual dengan menggunakan gawainya sehingga interaksi antar anak semakin berkurang. Dari segi penggunaan bahasa, anak-anak saat ini lebih suka menggunakan bahasa asing dibanding bahasa Indonesia.***3***

Baca juga: Kemendikbudristek kembali selenggarakan kontes lagu anak
Baca juga: Mendikbudristek: Lagu anak berpengaruh pada tumbuh kembang anak
Baca juga: Kemendikbudristek wacanakan lagu anak masuk dalam pembelajaran

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel