Lahan Kuburan Bansos di Depok Merupakan Parkiran JNE

Merdeka.com - Merdeka.com - Camat Sukmajaya, Kota Depok, Fery Birowo mengaku kaget dengan adanya temuan beras sembako bantuan sosial presiden (banpres) yang dikubur di lahan Jalan Tugu Jaya, Kelurahan Tirta Jaya. Lahan tersebut selama beberapa tahun ini digunakan untuk lahan parkir perusahaan ekspedisi JNE.

"Itu kami sempat agak kegat juga, ternyata di situ ada penimbunan beras dari banpres. Karena lokasi tersebut sudah beberapa tahun digunakan untuk lokasi parkir JNE. Beberapa tahun, didekat situ biasanya lurah atau warga itu ada aktivitas disitu, dan selalu ramai," kata Fery, Minggu (31/7).

Dikatakan, selama ini tidak ada mobil beko untuk menggali di lokasi ditemukan banpres tersebut. Alat berat baru ada di lokasi ketika penggalian oleh Rudi Samin, warga yang mencurigai adanya penimbunan sembako banpres untuk disalurkan tahun 2020 lalu. Selama ini, kata Fery, lokasi tersebut ditutup karena digunakan untuk area parkir.

"Bahkan lurah hampir setiap hari lewat situ, makanya kaget juga. Harusnya kan masyarakat lihat kalau ada beko. Beko itu baru ada pas penggalian," ucapnya.

Kasusnya saat ini ditangani Kepolisian. Fery mengaku tidak tahu pasti mengenai dugaan penimbunan tersebut. "Saat ini masih dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian terkait kebenaran tersebut, apakah benar-benar ada penimbunan beras banpres, itu saya tidak tahu juga ya," ujarnya.

Lurah Tirtajaya, Imron juga mengaku kaget dengan penemuan tersebut. Dia juga mengaku tidak tahu mengenai kebenarannya. Pihaknya sudah mengutus staf untuk mengecek ke lokasi.

"Kalau masalah banpres atau bukan ada (pemendaman barang) persisnya ditangani oleh Polres. Kalau secara administrasi di Tirtajaya sudah dapat semua, waktu di Tirtajaya enggak ada masalah waktu pendistribusian Banpres," kata Imron.

Sementara itu, Kapolsek Sukmajaya Kompol M. Meltha Mubarak tidak bisa memberikan keterangan karena kasusnya ditangani Polres Metro Depok. Saat ini di lokasi sudah terpasang garis polisi yang dipasang oleh Polrestro Depok.

"Langsung konfirmasi ke Polres. Itu (garis polisi) pun bukan dari kami ya, jadi silakan langsung konfirmasi ke Polres," katanya.

Terpisah, pihak PT Tiki Jalur Nugraha Ekakulir (JNE) buka suara terkait penimbunan beras bansos tersebut. JNE mengakui telah menimbun bansos itu.

"(Yang melakukan penimbunan atau penguburan sembako JNE) Iya betul," kata Head of Media Relation Departement, Kurnia Nugraha kepada merdeka.com, Minggu (31/7).

Namun Kurnia langsung memberikan penjelasan. Soal keputusan JNE mengubur bansos-bansos tersebut. Sebab, bansos itu telah mengalami kerusakan. Karena itu dia meyakini penguburan bansos tidak menyalahi aturan dan telah sesuai dengan prosedur.

"Jadi itu memang beras yang rusak. Dan memang bisa dibilang berasnya itu sesuai ini sudah terjadi pergantianlah, jadi sudah tidak layak dan karena sudah rusak," jelasnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel