Lahan Pemakaman Eril Mulai Disiapkan, Ini Lokasinya

Merdeka.com - Merdeka.com - Tanah untuk pemakaman Emmeril Kahn Mumtadz sudah mulai dirapikan. Kepolisian menyiapkan puluhan anggotanya untuk bertugas menjaga di sekitar lokasi saat prosesi pemakaman, sekaligus mengamankan arus lalu lintas untuk pengendara dan yang mengantar jenazah.

Dari pantauan, sejumlah petugas terlihat meratakan tanah. Satu alat berat pun terparkir di antara lalu lalang petugas. Selain tempat pemakaman, mereka merapikan tanah untuk akses masuk.

Lokasi pemakaman tersebut berada di Jalan Raya Pangalengan, masuk sekitar lima kilometer dari Alun-Alun Banjaran. Dari informasi yang berhasil dihimpun, lahan itu milik pribadi keluarga Atalia Praratya, istri Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Di sana, terdapat pilar-pilar proyek pembangunan. Jauh sebelum musibah terjadi terhadap Emmeril, lokasi itu akan dibuat Islamic Center oleh Ridwan Kamil sejak tahun 2019.

Akses menuju lokasi memang tidak terlalu luas. Meski lahan parkir sedang disiapkan, namum, jika pelayat datang dengan jumlah yang banyak, diprediksi akan terjadi kepadatan lalu lintas.

Terpisah, Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo menyatakan sudah menyiapkan puluhan anggota untuk menjaga kelancaran prosesi dan arus lalu lintas saat pemakaman berlangsung.

Anggota tersebut berjada di sepanjang jalan dan di lokasi pemakaman. Koordinasi pun sudah dilakukan bersama aparat kewilayahan setempat.

"Sementara ini ada 90 personel (yang disiapkan saat pemakaman Emmeril). 40 anggota di jalur dan 50 anggota di lokasi pemakaman," kata Kusworo.

Sebelumnya, Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Wahyu Mijaya mengatakan pemulasaran jenazah sudah dilaksanakan di Swiss sesuai syariat Islam.

Ridwan Kamil dan keluarga beserta jenazah dijadwalkan berangkat dari Swiss pada Sabtu (11/6) dan tiba di Indonesia pada Minggu (12/6). Pemakaman dilakukan pada Senin (13/6).

"Pada prosesi pemakaman pada prinsipnya dari keluarga itu tidak ingin menghalangi orang yang bersimpati dan berdoa, tetapi yang harus diperhatikan adalah lingkungan di sana itu kapasitasnya tidak mencukupi kalau misalnya dalam jumlah besar," kata dia.

"Nah sehingga kalau misal ada pengaturan-pengaturan di sana kami juga mohon maaf dari awal karena kita ingin keluarga nyaman, masyarakat di sana juga nyaman, keluarga yang hadir juga nyaman. Jadi mohon maaf ada beberapa pengaturan pada kondisi di lokasi," Ia melanjutkan.

Masyarakat yang ingin menyampaikan duka bisa ikut dalam kegiatan pengajian di Gedung Pakuan yang masih rutin dilaksanakan sejak Emmeril dinyatakan hilang. Pada saat nanti prosesi pemakaman selesai, acara pengajian dan doa bersama masih akan digelar selama sepekan ke depan. Jadwalnya selepas waktu shalat ashar hingga sebelum magrib.

"Iya setelah dilakukan pemakaman kami akan lakukan juga doa bersama. Tetap dilakukan di Gedung pakuan jadi tidak selesai pemakaman kemudian tidak ada doa bersama tetapi setidaknya dalam satu minggu selanjutnya akan dilakukan doa bersama," Jelas dia. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel