Lahirkan Talenta Startup, Jagoan Digital Banyuwangi Kembali Digelar

Merdeka.com - Merdeka.com - Jagoan Digital Banyuwangi dinilai sukses melahirkan talenta-talenta muda di bidang start up. Sejumlah alumni Jagoan Digital menorehkan berbagai prestasi, bahkan kini bekerja di start up besar nasional. Hal ini lantas mendorong Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani untuk menggelar kembali ajang tersebut.

"Program Jagoan Digital tidak hanya melahirkan start-up lokal, namun lebih dari itu kami melihat program ini menjadi talent pool atau wadah talenta yang bisa jadi siap untuk bekerja di start-up start-up besar nasional. Beberapa contoh dari alumni program jagoan digital menjadi tim di start-up startup besar, seperti Blibli dan Traveloka," kata Ipuk, Senin (14/11).

Selain itu, papar Ipuk, ada pula beberapa alumni yang meraih prestasi di tingkat nasional. Seperti Top 3 Artifical Intelligence Huawei dan Top 10 Wirausaha Kemenpora. Ada pula yang berhasil meraih beasiswa LPDP Columbia University.

"Ini adalah investasi jangka panjang bagi kami, bagaimana mengajak anak muda lokal untuk berkolaborasi dan terus berprestasi dalam hal-hal yang positif," tegas Ipuk.

Jagoan Digital yang merupakan rangkaian program Jagoan Banyuwangi itu diluncurkan sejak 2021. Jagoan Digital merupakan program inkubasi yang fokus mengembangkan anak muda dan startup lokal Banyuwangi. Mereka digembleng dengan para mentor dari start up besar di Indonesia.

"Kami terus mengembangkan program ini dengan melibatkan start-up start-up nasional, seperti Gojek, Grab, Qasir dan DOT Technology untuk ikut serta mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif dan digital Banyuwangi," jelas Ipuk.

Untuk Jagoan Digital tahun ini diikuti oleh 126 anak muda dari 42 tim. Mereka yang terpilih untuk ikut bootcamp dengan mentoring secara hybrid. Mentoring dilakukan mulai dari 7-9 November via online, dan tanggal 14-15 November berlangsung tatap muka di Banyuwangi. Nantinya, mereka akan mempresentasikan pitch desk, 30 November.

"Kami berharap program ini akan melahirkan anak-anak muda yang tidak hanya menguasai model bisnis dan teknologi digital, namun juga punya kepekaan sosial dan berkontribusi dalam membangun Banyuwangi," jelas Ipuk.

Berbagai mentor dari professional startup ternama Indonesia mulai Project Leader di Stealth Digital Banking, Kholifatul Ummah, CEO & Founder of MAPID, Bagus Imam Darmawan; Co-founder & CEO Indiekraf Indonesia, M. Ziaelfikar Albaba; CEO DOT Indonesia, Billtraviano Harda; Co-Fonder & President Qasir.id, Rachmat Anggara; juga terdapat akademisi dari Universitas Brawijaya Malang, Stikom Banyuwangi, dan masih banyak lainnya.

Pada Jagoan Digital Batch II masing-masing tim dihadapkan langsung dengan permasalahan prototipe start-up mereka, mulai dari desain UI/UX, hingga customer journey yang berkaitan dengan aplikasi yang mereka buat. Selain itu mereka juga diajarkan Growth Mindset, Networking, Business Model Canvas, dan Validasi Pasar.

"Pesertanya tahun ini meningkat dua kali lipat dari tahun kemarin. Tidak hanya kuantitas, secara kualitas pesertanya juga ada peningkatan. Mereka ikut dan datang dengan berbagai ide dan platform yang menarik," kata Kepala Dinas Kominfo dan Persandian, Budi Santoso.

Sementara Faisal Rizal (Founder tokolabs.com), potensi startup dan tech provider di Banyuwangi jadi pembuktian pada dunia industri.

"Jagoan digital adalah program luar biasa untuk buktikan kepada dunia industri agar yakin terhadap kemampuan digital anak muda Banyuwangi" ucap Faisal.

Salah satu mentor, Khalifatul Ummah, Project Leader di Stealth Digital Banking, mengatakan Jagoan Banyuwangi bisa jadi solusi pengaplikasian teknologi di industri, utamanya pada industri kecil dan menengah (IKM).

"Ini bisa jadi solusi menciptakan ekosistem ekonomi kreatif dan digital Banyuwangi, serta menjadi media digital kebutuhan IKM," pungkas yang juga asal Banyuwangi. [hrs]