Lahm: Skandal Korupsi Landa Sepakbola

Berlin (AFP/ANTARA) - Kapten Jerman Philipp Lahm mengatakan skandal korupsi yang menggoyang sepakbola Eropa merusak citra permainan dan politisi di sini, dan meminta boss FIFA Sepp Blatter untuk bertindak.


Polisi Eropa mengumumkan, Senin bahwa mereka telah menemukan skandal taruhan terbesar dalam sejarah sepakbola dengan 380 pertandingan profesional yang telah dimanipulasi di seluruh dunia dan sebanyak 425 wasit, pemain dan ofisial yang terlibat.


Europol telah menyelidiki selama 18 bulan dan mengatakan Piala Dunia dan kualifikasi Kejuaraan Eropa, ditambah Liga Champions dan pertandingan atas beberapa liga Eropa telah terpengaruh.


Polisi meyakini sebuah sindikat kejahatan yang berbasis di Singapura sebagai penghubung dengan jaringan kriminal di seluruh Eropa, menambahkan bahwa pengaturan pertandingan telah terjadi di 15 negara dan sejauh ini telah ditangkap sebanyak 50 orang.


Lahm, kapten Jerman yang akan melakukan pertandingan persahabatan melawan Prancis di Paris, Rabu, mengatakan tim terkejut terhadap skala korupsi tersebut.


"Tentu saja itu mengejutkan kami," kata bintang Bayern Munich.


"Hal seperti itu jelas buruk (untuk olahraga)."


"Setiap penggemar yang pergi ke stadion mengharapkan untuk melihat dua tim yang bertemu akan melakukan apa pun untuk menang."


Europol mengatakan di Jerman saja, penjahat bertaruh 16.000.000 euro (sekitar Rp187,62 miliar) pada pertandingan yang dicurangi, mengklaim mendapat kemenangan 8.000.000 euro (Rp 93,81 milyar).


Anggota parlemen Jerman telah meminta Blatter, presiden badan sepak bola FIFA, untuk bertindak cepat.


"Meskipun Sepp Blatter berbicara tentang keinginan untuk membantu dalam memerangi manipulasi pertandingan, ia tidak merealisasikan kata-katanya dengan tindakan," kata politisi Viola von Cramon.


"FIFA perlu meningkatkan perlawanan terhadap korupsi dan penipuan taruhan, sehingga mereka tidak kehilangan otoritas."


Lothar Matthaeus pemain Jerman mengatakan popularitas global sepakbola rentan terhadap penjahat yang mencoba untuk membuat uang.


"Sepakbola dimainkan di seluruh dunia, dan selalu ada beberapa kambing hitam mencoba untuk mengambil keuntungan dari olahraga ini secara ilegal," katanya kepada Sky Jerman.


"Saya tidak pernah terlibat dengan hal-hal seperti itu karena saya selalu percaya pada sisi positif dari sepakbola. Tapi anda bisa melihat apa yang terjadi di seluruh dunia sepakbola.."


Jerman telah mengambil sikap keras terhadap korupsi sepakbola dalam beberapa tahun terakhir.


Wasit Bundesliga Robert Hoyzer dipenjara pada tahun 2005 setelah mengakui pertandingan memberi kemenangan untuk Kroasia dan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) melarang dia untuk hidup.


Pada Mei 2011, Ante Sapina dijatuhi hukuman lima setengah tahun oleh pengadilan di Bochum setelah menjadi pemimpin sebuah geng yang telah menyuap pemain dan ofisial dalam pertandingan di seluruh Eropa untuk mempengaruhi hasil pertandingan dimana mereka bertaruh dalam jumlah besar.


Selama percobaan enam bulan, Sapina dan anggota gengnya mengaku mempengaruhi sekitar 50 pertandingan di seluruh Eropa.(nm/ml)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.