Lakalantas di Kerinci,14 Pengendara Meninggal Dunia

Laporan wartawan Tribun Jambi, Edi Januar

TRIBUNNEWS.COM,KERINCI - Sebanyak 14 pengendara roda dua dan roda empat di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Jambi, meninggal dunia karena kasus kecelakaan lalu lintas.

Kerugian materil dari kecelakaan itu mencapai Rp 60 juta. Kejadian tersebut, terjadi sejak Januari hingga November 2011.

Data dari Satuan Polisi Lalulintas Polres Kerinci, pada Januari 2011, tercatat terjadi tiga kecelakaan lalulintas. Dua korban di antaranya meninggal dunia, sementara kerugian yang disebabkan kecelakaan tersebut diperkirakan Rp 500 ribu.

Kecelakaan lainnya terjadi pada Maret, sebanyak dua kecelakaan. Satu korban dari kecelakaan tersebut tewas di lokasi, dan kerugian sebanyak Rp 3 juta. "Februari tidak ada kecelakaan yang tercatat di Polres Kerinci," ujar KBO Lantas, IPDA A Rahman, saat dikonfirmasi Tribun, Minggu, (11/12/2011).

Sementara pada April, terjadi dua kecelakaan besar, yang menewaskan dua korbannya, dan menimbulkan kerugian hingga Rp 30 juta. "Kecelakaan pada bulan April merupakan kecelakaan terbesar yang pernah terjadi sepanjang 2011," katanya.

Menurutnya, pada Mei 2011, juga terjadi tiga kecelakaan, yang mengakibatkan dua korbannya meninggal. Akibat kecelakaan tersebut, kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga kerugiannya mencapai Rp 2 juta.

Pada Juni dan Juli, masing-masing hanya terjadi satu kecelakaan. Meskipun demikian, kecelaan tersebut menewaskan dua pengendara di bulan Juni, dan satu pengendara pada Juli. "Kerugiannya juga besar, yakni mencapai Rp 10 juta," jelas A Rahman.

Kecelakaan juga terjadi pada Agustus, sebanyak tiga kecelakaan, yang mengakibatkan korban meninggal sebanyak dua orang. "Kecelakaan pada bulan Agustus, hanya mengakibatkan kerugian Rp 2,5 juta. Sedangkan September dan Oktober tidak terjadi kecelakaan," terangnya.

Menjelang akhir 2011, yakni pada akhir November lalu, kembali terjadi kecelakaan yang cukup besar, yang terjadi di kawasan puncak Sungaipenuh-Tapan.

Kecelakaan tersebut menewaskan dua warga Tapan, dengan kerugian mencapai Rp 12 juta.

"Jumlah kecelakaan yang terjadi kemungkinan besar jauh lebih banyak dibanding dengan data yang ada di Polres Kerinci. Hal tersebut terjadi, karena banyaknya warga yang enggan memberikan laporan, karena diselesaikan secara adat di desa masing-masing," tambahnya.

Korban kecelakaan tersebut, rata-rata merupakan pengendara sepeda motor. Penyebabnya, selain kelalaian pengendara, penyebab lain adalah karena buruknya infrastruktur jalan di Kerinci dan Sungaipenuh. "Banyaknya jalan rusak memicu terjadinya kecelakaan," tegasnya.

Jika dibandingkan dengan tahun 2010, kecelakaan yang terjadi sepanjang 2011 mengalami penurunan. Turunnya angka kecelakaan, karena semakin gencarnya sosialisasi serta patroli yang dilakukan oleh petugas lalulintas.

"Pada tahun 2010 lalu, terjadi 17 kecelakaan, dan 15 pengendara meninggal, dengan kerugian Rp 45 juta. Tahun 2011 ini, kita terus melakukan sosialisasi, sehingga angka kecelakaan menurun," pungkasnya.


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.