Lakukan Langkah Ini Jika Anda Terima Uang Palsu dari Jasa Penukaran

Merdeka.com - Merdeka.com - Menjelang hari raya idulfitri 1443 Hijriah marak jasa penukaran uang di pelbagai tempat. Namun masyarakat harus waspada guna menghindari aksi oknum yang memanfaatkan jasa penukaran uang dengan uang palsu.

Bank Indonesia memberikan langkah antisipasi bagi masyarakat menerima uang palsu. Berikut langkah yang perlu dilakukan apabila masyarakat menemukan uang diragukan keasliannya:

Pertama apabila menerima uang palsu saat bertransaksi adalah tolak dan jelaskan secara sopan Anda meragukan keaslian uang tersebut. Kemudian meminta kepada pihak pemberi untuk memberikan uang lainnya sebagai pengganti uang tersebut (lakukan pengecekan ulang).

Selanjutnya sarankan pihak pemberi mengecek uang ke bank, kepolisian, atau meminta klarifikasi langsung ke kantor Bank Indonesia terdekat. Gunakan praduga tak bersalah karena pihak pemberi mungkin adalah korban yang tidak menyadari bahwa uang tersebut adalah uang yang diragukan keasliannya.

Namun apabila masyarakat mendapat uang palsu setelah bertransaksi langkah dilakukan menjaga fisik dan tidak mengedarkan kembali uang yang diragukan keasliannya.

Kemudian melaporkan temuan tersebut disertai fisik uang yang diragukan keasliannya kepada bank, kepolisian, atau meminta klarifikasi langsung ke kantor Bank Indonesia terdekat.

Selanjutnya laporan masyarakat atas uang yang diragukan keasliannya kepada Bank Indonesia, baik yang disampaikan langsung atau melalui bank, akan diteliti lebih lanjut.

Uang yang diragukan keasliannya dan dinyatakan tidak asli, tidak memperoleh penggantian. Sementara bagi yang dinyatakan asli, dapat memperoleh penggantian sesuai ketentuan berlaku. Demikian langkah apabila masyarakat menerima uang palsu dari jasa penukaran dikutip dari situs Bank Indonesia.

Tukar Uang di Bank

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim mengatakan, dalam menukarkan uang pecahan saat momen Ramadan dan Idul Fitri tahun ini, dia menganjurkan masyarakat untuk menukarkan uang tunai di kantor bank maupun mobil kas keliling BI atau perbankan, guna menghindari didapatkannya uang palsu.

"Terutama edukasi kepada masyarakat sebagai langkah preventif peredaran uang palsu di Indonesia," katanya seperti dikutip dari Antara dalam taklimat media di Jakarta, Senin (4/4).

Memang, secara statistik, dia mengungkapkan peredaran uang palsu di Tanah Air kian menurun dari tahun ke tahun. Ini seiring dengan kesadaran masyarakat akan keaslian uang Rupiah.

Hal tersebut dilihat dari indikator besaran uang palsu yang ditemukan dalam peredaran satu juta lembar uang Rupiah. Marlison menyebutkan pada tiga tahun lalu, rata-rata uang palsu yang ditemukan dalam satu juta lembar uang Rupiah adalah sebanyak sembilan lembar.

Namun, angka tersebut menurun menjadi sebanyak lima lembar pada dua tahun lalu dan sebanyak empat lembar pada tahun lalu. Bahkan, lanjut dia, pada tahun ini hingga triwulan I hanya ditemukan satu lembar uang palsu dalam peredaran satu juta lembar uang Rupiah.

"Dengan demikian trennya terus menurun karena upaya preventif dari kami maupun bekerja sama dengan pihak terkait," tegasnya. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel