Lalai sehingga 11 Pengikut Tewas, Pemimpin Tunggal Jati Nusantara Dibui 3,5 Tahun

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemimpin kelompok aliran spiritual Tunggal Jati Nusantara, Nur Hasan dihukum 3 tahun 6 bulan penjara dalam kasus ritual maut di pantai selatan Jawa. Dia dijatuhi hukuman karena terbukti lalai sehingga menyebabkan 11 pengikutnya tewas.

Vonis terhadap pria yang pernah menjadi MC musik dangdut ini dibacakan di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Kamis (14/7). Sidang putusan dipimpin Ketua Majelis Hakim Totok Yanuarto.

Majelis hakim menyatakan Nur Hasan terbukti bersalah karena mengajak para pengikutnya menggelar ritual di Pantai Payangan, Jember pada 13 Februari 2022. Ritual digelar pada dini hari saat arus ombak dari Samudera Hindia sedang tinggi.

Padahal di kawasan Pantai Selatan Jawa itu memang dikenal berbahaya sehingga sudah dipasang papan peringatan dan larangan beraktivitas pada malam hari di sekitar pantai. Namun imbauan itu diabaikan kelompok Tunggal Jati Nusantara yang dipimpin Nur Hasan.

Anak dan Istri Ikut Jadi Korban

Akibat ritual tersebut, 11 pengikut aliran ini harus meregang nyawa karena tersapu ombak, termasuk seorang anggota Polres Bondowoso.

Nur Hasan yang memimpin ritual justru selamat meski sempat terbawa arus. Dalam persidangan, pria ini juga mengaku terpukul dengan kejadian itu karena turut kehilangan anak dan istrinya yang juga ikut menjadi korban meninggal. Karena itu, dia mengaku pasrah atas apa pun yang akan terjadi dalam proses sidang.

Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan jaksa. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adik Sri dari Kejari Jember meminta agar terdakwa dihukum 5 tahun penjara.

Terima Putusan Hakim

Hal yang dianggap meringankan oleh majelis hakim antara lain karena pihak keluarga dari 11 korban telah memaafkan. "Pihak keluarga dari 11 korban sudah memaafkan terdakwa, itu salah satu pertimbangan kami para hakim, memberikan putusan tersebut," jelas Totok.

Nur Hasan menyatakan menerima putusan majelis hakim. "Saya menerima putusan dari majelis hakim, tidak mengajukan banding. Saya siap menjalani putusan tersebut sampai selesai, " ujarnya menanggapi vonis,

Diberitakan, saat ritual pada 13 Februari 2022, Nur Hasan bertindak sebagai pimpinan kelompok zikir yang bernama Tunggal Jati Nusantara. Mereka melakukan aktivitas zikir bersama di Pantai Payangan.

Bencana terjadi pada ritual itu. Pada anggota Tunggal Jati Nusantara terseret ombak. Sebanyak 11 orang meninggal dunia. Untuk mempertanggungjawabkan hal tersebut, Nur Hasan diseret ke meja hijau untuk diadili. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel