LaLiga Tunggu Lampu Hijau dari Pemerintah Spanyol

Muhammad Nurhendra Saputra

VIVA – Klub-Klub di LaLiga menunggu lampu hijau dari Pemerintah Spanyol, untuk menggelar latihan. Kompetisi di Spanyol telah ditunda sejak Maret lalu, karena pandemi virus corona COVID19. 

Dikutip dari BBC, otoritas sepakbola di Spanyol juga akan membuat aturan soal kesehatan, jika klub kembali menggelar latihan. Rencananya kompetisi LaLiga akan kembali bergulir ada Juni mendatang, dengan pertandingan tanpa penonton. 

Spanyol sendiri telah mengumumpak empat fase untuk melepaskan lockdown. Fase nol dari 4-11 Mei, klub dari liga profesional bisa kembali menggelar latihan. 

Salah satu protokol dari LaLiga soal sesi latihan adalah, dari individu, kelompok kecil kemudian klub bisa menggelar latihan secara bersamaan. Sebelum itu semua, pemain, pelatih dan staf harus menjalani test terlebih dahulu. Test kesehatan tersebut nantinya akan dilakukan setiap hari. 

Kompetisi LaLiga ditunda saat memasuki pekan ke 27, di mana Barcelona memimpin klasemen dengan 58 poin. Real Madrid membayangi dengan mengumpulkan 56 angka. 

Pemain Atletico Madrid rayakan kemenangan atas Liverpool.

Sementara itu, disaat liga-liga top di Eropa mencoba untuk menyelesaikan kompetisinya, Pemerintah Prancis telah resmi mengumumkan penghentian Ligue 1 dan Ligue 2. Prancis melarang semua kegiatan olahraga sampai September mendatang. 

Presiden LaLiga, Javier Tebas pun mengkritik keputusan yang dibuat oleh Prancis itu. Ia heran mengapa kompetisi di sana sampai harus dihentikan dan menyebutnya sebagai hal kurang bijak dari segi ekonomi maupun sosial.

Tebas mengaku heran, mengapa Prancis tidak memikirkan cara lain untuk tetap melanjutkan kompetisi. Misalnya dengan bermain tanpa penonton.

"Saya tak paham mengapa bermain di stadion tertutup dianggap lebih berbahaya ketimbang pekerjaan di pabrik atau kegiatan nelayan, dan lain-lain," katanya.