Lalu Lintas Cikampek-Karawang Malam Ini Ditempuh 3 Jam, Imbas Macet di Jalan Arteri

Merdeka.com - Merdeka.com - Waktu tempuh dari wilayah Cikampek hingga Karawang kota, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, semakin lama hingga sekitar tiga jam akibat kemacetan parah di jalan arteri Karawang pada Minggu (8/5) malam.

"Kemacetannya sangat parah. Niatnya menghindari macet di jalan tol, tapi malah kejebak macet di jalan arteri," kata Agus, pemudik dari Magelang yang akan balik ke Karawang, saat ditemui di wilayah Klari Karawang, Minggu (8/5).

Dia mengatakan, di sepanjang jalan Tol Cipali arus lalu lintas cukup padat tapi masih lancar, karena diterapkan one way. Kemudian dia keluar gerbang Tol Dawuan untuk melanjutkan ke Karawang melewati jalan arteri Karawang.

Namun saat melintasi jalan arteri Karawang, arus lalu lintas sangat padat hingga terjadi kemacetan panjang dari wilayah Kosambi sampai menjelang bundaran Disnakertrans Karawang.

"Biasanya dari Cikampek ke Karawang, sekitar 30-40 menit juga sudah sampai. Ini sudah hampir tiga jam kejebak macet," kata dia.

Sementara salah seorang pemudik yang menggunakan sepeda motor mengaku terjebak macet di jalan arteri Karawang hingga hampir dua jam.

"Ini sejak sekitar pukul 17.30 WIB sampai pukul 19.10 WIB kondisinya macet. Jadi lebih baik istirahat saja dulu," kata Roy, seorang pemudik bermotor yang akan balik ke wilayah Jakarta Timur setelah mudik dari Kuningan.

Dikutip Antara, pada Minggu sore hingga malam, arus balik lebaran di jalan arteri Karawang, macet parah. Kendaraan nyaris tak bergerak.

Kemacetan yang cukup panjang di jalan arteri Karawang terjadi di jalur menuju Jakarta, sejak memasuki wilayah Cikampek-Purwasari-Kosambi-Klari hingga memasuki jalan Lingkar By Pass Karawang.

Di sepanjang jalan arteri Karawang itu didominasi pemudik yang menggunakan sepeda motor. Para pemudik bersepeda motor yang akan menuju Jakarta 'menyemut' dan 'menguasai' jalan arteri Karawang. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel