Lalu lintas normal, pengunjung Kebun Raya capai 5.000 orang

·Bacaan 1 menit

Kasatlantas Polresta Bogor Kota AKP Galih Apria menyebutkan pengunjung Kebun Raya Bogor mencapai 5.000 atau seperempat dari kapasitas sebanyak 20.000 orang meski situasi kepadatan lalu lintas (lalin) kendaraan pada hari Minggu terpantau masih wajar.

"Arus lalu lintas saat ini masih normal, kepadatan terjadi ketika memasuki tempat wisata Kebun Raya Bogor," kata AKP Galih Apria kepada ANTARA di Pos Polisi Baranangsiang.

Mobilitas warga dilihat dari pengamatan lalu lintas kendaraan di Kota Bogor menuju tempat wisata, menurut dia, cukup terkendali pada momen Natal maupun menjelang Tahun Baru 2022.

Kebun Raya Bogor yang menjadi tujuan utama wisata di Kota Hujan berada di jalur sistem satu arah (SSA).

SSA diberlakukan mulai dari Tugu Kujang, Jalan Otista, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Sempur, Jalan Pajajaran, hingga titik Tugu Kujang Kembali.

Pantauan ANTARA di seputar SSA, kendaraan tampak ramai lancar tanpa hambatan berarti.

Kepadatan hanya terjadi seperti hari-hari biasanya di Jalan Otista karena ada penyempitan pada bagian jembatan di atas Kali Ciliwung yang juga melintas di belakang Kebun Raya Bogor.

"Alhamdulillah, belum ada kepadatan. Dari awal kami memberikan edukasi, secara preemtif dan preventif sehingga masyarakat juga tidak terlalu banyak keluar," ujarnya.

Galin menuturkan bahwa edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan protokol kesehatan saat pandemi COVID-19 berhasil membuat masyarakat memilih diam di rumah.

Ketika berpergian pun, kata dia, masyarakat sudah mengantisipasi agar tidak berkerumun.

"Masyarakat juga tidak terlalu banyak keluar, menghabiskan waktu di luar. Akan tetapi, menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman-teman lainnya," katanya.

Baca juga: Wali Kota Bogor keluarkan pernyataan sikap soal penolakan wisata Glow

Baca juga: Peneliti beri 5.000 KTP Pohon di Kebun Raya Bogor

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel