Lamar Kekasih, Pria Ini Traveling 7.0000 Km Bikin Tulisan "Marry Me" Pakai GPS

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Seorang pria memutuskan melakukan perjalanan sejauh 7.000 km untuk membuat melamar kekasihnya dengan cara yang tak diduga. Mengutip laporan World of Buzz, kisah ini terjadi pada 2008 di Jepang.

Yasushi "Yassan" Takahashi memecahkan Guinness World Record untuk gambar GPS terbesar dalam sejarah. Ia melakukan perjalanan di seluruh Jepang selama setengah tahun untuk menulis 'Marry Me', lengkap dengan hati di bagian akhir.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kejutan lamaran paling rumit

Doc: NDTV
Doc: NDTV

Ini mungkin aksi melamar paling rumit yang pernah ada. Untuk mewujudkan lamaran epiknya, dia merencanakan perjalanan dari pulau Hokkaido ke pantai Kagoshisma. Dia bahkan berhenti dari pekerjaannya sehingga dia punya waktu untuk melakukan proposal yang rumit itu.

"Saya belum pernah benar-benar pergi ke luar Tokyo. Saya bisa menemukan segala macam hal yang selama ini hanya saya ketahui di buku," ujar Yassan.

Banyak rintangan

Ilustrasi melamar kekasih
Ilustrasi melamar kekasih

Sepanjang perjalanannya, dia akan tidur di mobilnya dan harus menanggung cuaca buruk.

"Pada malam hari, saya berkemah di mobil saya. Ada hujan lebat, salju, dan gempat bumi, tetapi saya tidak pernah menyerah."

Memberikan kejutan ke kekasihnya

Ilustrasi lamaran (sumber. Time.com)
Ilustrasi lamaran (sumber. Time.com)

Yassan menjelaskan bahwa setelah ia menyelesaikan perjalanannya, ia pun mengunggah data GPS ke Google Earth. Ia lalu menunjukkan kejutan itu kepada pacarnya yang ditanggapi dengan: "Saya terus berpikir, ke mana Anda pergi tanpa saya?"

Untungnya, perjuangan Yassan berbuah manis. Sang kekasih menerima lamaran tersebut dan kini telah menjadi istri pria itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel